Pasuruan (beritajatim.com) – Mulai dibangunnya wisata religi di Kota Pasuruan berdampak kepada pedagang kaki lima. Pasalnya para PKL ini akan ‘diusir’ dari kawasan alun-alun dan dipindahkan ke jalan Belitung.
Terdapat dua lokasi yang sudah mulai dikerjakan, yakni di taman alun-alun dan komplek menara air. Rencananya kolam yang berada di bawah tugu akan dibongkar, dan akan diganti lantai dengan bahan granit.
Sementara di area komplek sekitar menara air sudah mulai direlokasi. Rencananya diarea komplek air ini akan dipercantik sehingga para PKL dipindahkan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-pasuruan”]
Pemkot berencana menata kembali PKL dan membangun pusat kuliner di lokasi ini. Untuk pembangunan ini, pemkot dapat kucuran duit dari pemerintah pusat sebesar Rp5 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengatakan, saat pekerjaan fisik berlangsung nanti, para PKL di kawasan alun-alun akan direlokasi. Yanuar menyebut, ada dua lokasi yang bakal menjadi tempat berjualan para PKL yakni di Jalan Belitung dan Jalan Sumatra.
“Nantinya di area ini akan banyak material yang akan masuk. Tak hanya material nanti juga akan banyak pekerja, jadi sementara pedagang harus dipindahkan,” kata Yanuar.
Sementara itu, untuk alun-alun, pemkot akan membangun payung madinah. Proyek yang bertujuan mendongkrak pariwisata Kota Pasuruan itu dilelang dengan pagu anggaran Rp18.576.330.000.
Proyek ini dimenangkan oleh PT Detiga Inti Teknik Sinergi dengan harga penawaran Rp17.074.737.204. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Basuki mengatakan, proyek ini mulai digarap sejak akhir bulan Juni kemarin.
“Estimasinya selesai bulan Desember 2022 nanti. Semoga tidak ada kendala yang berarti,” kata Basuki. (ada/ted)






