Malang (beritajatim.com) – Seorang pemuda ditemukan tewas bersimbah darah di komplek Perum Citraland Jalan Citra Garden City, Buring, Kedungkandang, Kota Malang sekira pukul 22.30 WIB pada Selasa, (5/7/2022) kemarin. Dia diduga ditusuk hingga meninggal dunia.
Diketahui korban dan terduga pelaku masih berusia di bawah umur dan saling mengenal. Kronologisnya, korban dan temannya yang yang menjadi saksi berencana ke rumah temannya. Tetapi ternyata justru ke daerah Citraland. Saat berada di lokasi terjadi adu mulut antara korban dengan terduga pelaku penusukan.
“Mengetahui korban terluka (usai ditusuk), pelaku melarikan diri ke arah timur dan menurut keterangan saksi, pelaku terlihat membuang sebilah pisau ke tanah kosong disekitar TKP,” kata Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi, Rabu, (6/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”penusukan”]
Setelah melakukan penusukan dan melihat korban bersimbah darah, rekan korban meminta bantuan satpam di lokasi lalu melaporkan ke Polsek Kedungkandang. Sedangkan terduga pelaku penusukan tidak melarikan diri tetapi meminta perlindungan ke satpam perumahan di pos timur.
Setelah itu anggota Polsek Kedungkandang mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku penusukan beserta barang bukti untuk proses sidik lebih lanjut. Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti yang diamankan diantaranya pakaian milik terduga pelaku penusukan, sebilah pisau, dua buah handphone milik korban dan terduga pelaku dan juga sendal milik korban. “Kami lakukan olah TKP dan mengamankan terduga pelaku beserta beberapa saksi untuk dimintai keterangan,” imbuh Yusuf.
Sementara itu, tetangga korban Nur Cholis mengatakan bahwa pelaku dikenal sebagai pribadi pendiam dan sopan. Informasi yang dia terima sebelumnya pelaku sempat dikeroyok oleh korban. Lalu pada Selasa kemarin pelaku diajak korban untuk berdamai ternyata di TKP pelaku dikeroyok.
“Itu informasi yang saya terima. Mungkin karena pelaku ini dikeroyok dan sebelumnya juga sempat dikeroyok akhirnya melawan. Karena pelaku ini anak Pondok Pesantren, diam, sopan dan baik anaknya. Mungkin sudah jengkel,” tandasnya. (luc/kun)






