Kediri (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Partai NasDem Khusnul Arif menggelar kesenian Ketoprak di pelataran Candi Tegowangi, Kabupaten Kediri. Selain melestarikan seni tradisional yang terancam punah, acara ini juga untuk mengobati kerinduan masyarakat terhadap hiburan, setelah 2 tahun dilanda pandemi Covid-19.
Khusnul Arif mengatakan, pagelaran seni ini merupakan pelaksanaan program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD melalui APBD Kabupaten Kediri tahun anggaran 2022. Tujuannya, selain nguri – nguri (melestarikan) budaya juga membangkitkan perekonomian pasca terhantam badai corona.
“Selama 2 tahun lebih para pegiat seni di Kabupaten Kediri seperti mati suri, karena tidak bisa beraktivitas. Apalagi kesenian Ketoprak ini seolah tergerus oleh zaman hingga hampir punah. Maka dari itu, kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri untuk melestarikan kesenian tradisional supaya bangkit kembali,” katanya.

[berita-terkait number=”4″ tag=”Kabupaten-Kediri”]Pagelaran ini sendiri bertajuk Ketoprak Tobong Suryo Budoyo yang berkolaborasi dengan DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri. Menurut Mas Pipin, panggilan akrab politisi Partai NasDem ini, selain mampu memberikan hiburan kepada masyarakat yang selalu sibuk dengan segala aktivitas sehari-harinya, juga menjadi ladang sebagian orang untuk mengais rejeki.
“Alhamdulillah, warga masyarakat yang hadir disini terlihat sangat terhibur, dan para pedagang juga menjadi makmur, karena dagangannya laris manis. Begitu juga para penggiat kesenian Ketoprak ini juga senang sekali dapat menyalurkan hobi dan melestarikan budaya yang adiluhung ini. Semoga saja mereka semakin bersemangat dan menjadi bermanfaat bagi semuanya,” tuturnya.

“Candi Tegowangi ini sebuah bukti sejarah, dan para seniman ambil bagian dalam sejarah yang tiada kira. Kediri memiliki kekayaan luar biasa. Semoga kegiatan Pokir dari Mas Khusnul Arif dan kawan-kawan NasDem ini bisa memberikan harapan besar kepada para seniman dan budayawan di Kabupaten Kediri untuk berekspresi lagi,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengaku, kesenian merupakan sektor utama yang mempengaruhi ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Kediri. Maka sudah tepat adanya pagelaran seni Ketoprak ini untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.

Saat ini, Kabupaten Kediri ada 1.500 kelompok seni. Jumlah ini setiap harinya terus bertambah. Maka dari itu, kesenian tradisional harus selalu dilestarikan, supaya tidak kalah dengan budaya dari luar negeri.
“Setiap ada pagelaran kesenian seperti ini, masyarakat di Kabupaten Kediri selalu berduyun-duyun menyaksikan. Hal ini sebagai wujud bahwa masyarakat sangat mencintai kesenian. Maka dari itu, kami sangat berterimakasih kepada Mas Pipin yang memberikan program Pokir-nya untuk kesenian di Kabupaten Kediri, bukan hanya Tobong ini saja, tetapi juga ada Ludruk, Jaranan, Dangdut dan lain sebagainya,” katanya.
Adi Suwignyo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang selalu tertib tanpa ada kerusuhan dan keributan ketika digelar pertunjukan kesenian di Kabupaten Kediri. [nm/kun]






