Pasuruan (beritajatim.com) – Hilangnya wisatawan dari Gunung Bromo sampai saat ini masih dalam proses pencarian. Wisatawan asal Kabupaten Malang ini hilang di jalan arah menuju penanjakan Gunung Bromo.
Sebelum hilang, wisatawan bernama Roni Nur Efendi (20) warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini ternyata sempat meminta tolong kepada teman dan keluarganya.
Sekitar pukul 09.45 WIB, pemuda ini menghubungi temannya dan mensharelock lokasinya via WA beberapa saat setelah pamit pulang lebih dahulu pada Minggu (19/06/2022) pagi.
“Dia sempet menghubungi temannya melalui aplikasi Whatsapp untuk minta tolong. Tapi dia tidak dijelaskan minta tolong dikarenakan apa, dia hanya mengirim lokasi saja,” ujar Muliadi, kakak ipar korban.
[berita-terkait number=”4″ tag=”orang-hilang-di-gunung-bromo”]
Setelah mendapatkan pesan singkat dari korban, keenam temannya langsung menghampiri lokasi. Namun, saat menuju lokasi, teman korban tidak menemukan keberadaannya.
“Korban memang sempat nelpon minta dijemput, dan akan ketemu di Nongkojajar. Tapi dari jabung keluarga balik ganti sepeda motor karena gak kuat nanjak,” ungkapnya.
Sesampainya di Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, keluarga tidak menemukan korban. Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga menghubungi teman korban yang ternyata sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
“Sewaktu sore, ia itu baru tau ada foto motor itu. Kami sekeluarga langsung melaporkan ke pos resort penanjakan,” tambahnya.
Hingga kini pihak BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Malang dan Tim Basarnas Surabaya masih melakukan upaya pencarian korban. Pencarian dilakukan di sekitar wilayah Pusungduwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. (ada/ted)






