Gresik (beritajatim.com) – Banjir rob masih melanda di wilayah Kabupaten Gresik. Banjir yang diakibatkan oleh pasang air laut itu membuat sejumlah desa tergenang 10 hingga 20 centimeter. Akibat kejadian itu, ada 10 desa yang tergenang banjir rob.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Banjir rob terjadi pada pukul 11.30 wib, dan sampai saat ini air masih menggenangi beberapa desa.
Sedangkan sepuluh desa yang tergenang banjir rob. Diantaranya, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar. Desa ini menyebabkan jalan lingkungan sepanjang 2.000 meter tergenang 20 sampai 35 centimeter. Selain itu, 280 rumah warga juga turut tergenang. Puluhan hektar tambak juga tergenang banjir rob.
“Selain rumah warga, dua mushola juga tergenang. Tidak hanya itu, dua sekolah dan satu poskesdes mengalami hal yang sama,” ujar Kepala BPBD Gresik, Tarso Soegito, Jumat (17/06/2022).
Ia menambahkan, kejadian serupa di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas. Ada 35 rumah warga serta tiga warung dan jalan lingkungan sepanjang 3.00 meter juga tergenang banjir rob.
“Kejadian serupa terjadi di Desa Pangkah Wetan dan Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah. Ratusan hektar tambak, mushola dan tempat pelelangan ikan turut tergenang setinggi 15 hingga 25 centimeter serta di Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, dan Desa Tambak, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-gresik”]
Masih menurut Tarso, banjir rob juga menggenangi dua desa di wilayah Kecamatan Bungah. Yakni, Desa Tanjung Widoro Kramat yang berada di Pulau Mengare. Imbasnya, 548 hektar tambak tergenang, dan tanggul tambak yang berbatasan langsung dengan laut dalam kondisi kritis karena sudah jebol akibat pasang air laut.
“Terkait dengan kejadian alam ini, kami terus melakukan monitoring dengan pemerintah desa yang terdampak. Kami juga menghimbau warga yang terdampak banjir rob tetap waspada,” pungkasnya. (dny/ted)






