Makkah (beritajatim.com) – Calon jemaah haji (CJH) asal Desa Penganten, Balen, Bojonegoro, Abdul Malik, membantu jemaah lainnya dengan pijat terapi. Dia menyebutnya dengan terapi geni. Tentu saja, selain beribadah, dia juga membantu sesama selama di tanah suci.
Abdul Malik mempraktikkan terapi pijatnya untuk menolong para jemaah secara gratis. Dia bantu jemaah yang mengeluhkan sakit tertentu. Istilahnya, dia berusaha membuka aliran darah yang tersumbat sehingga lancar dan tubuh menjadi bugar.
Malik sudah menangani 15 jemaah haji yang membutuhkan sentuhan sensasi pijatannya. “Keluhan seputar pinggang pegal, kaki lemah, leher kaku, tulang keropos, lambung bermasalah, pusing. Alhamdulillah, semua pasien membaik,” ungkapnya bersyukur seperti dikutip dari laman Kemenag, Jumat (17/6/2022).
Ditanya kenapa tidak minta bayaran atas jasa pijatnya. Malik mengatakan bahwa niatnya lillahi taala. Dirinya empati pada jemaah yang sudah datang dari jauh ke Tanah Suci, tapi di sini mengalami kesulitan jalan, merasa sakit. “Saya bantu biar bugar dan dapat menjalankan ibadah dengan baik,” tandasnya.
Ditemui di Hotel Sofwat Albayt Hotel di Mahbaz Jin, Mekkah, Arab Saudi tempat ia menginap, Abdul Malik bercerita bahwa dirinya berprofesi sebagai tukang terapi pijat di rumahnya. Malik mulai buka praktik sejak tahun 2011. Sekali terapi, tarifnya antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000.
[berita-terkait number=”5″ tag=”haji-bojonegoro”]
“Uang hasil terapi itu ditabung antara Rp50.000 sampai Rp100.000 per hari. Mulai daftar haji tahun 2011 dan melunasi tahun 2020. Saya menabung untuk berangkat haji dengan menyisihkan hasil jasa pijat, karena ingin penuhi rukun Islam,” ” ujar Malik yang berangkat haji bersama isterinya Umi Taslimah.
Dia menyebut metode pijatnya sebagai terapi geni. Praktiknya seperti menotok bagian-bagian tertentu dari tubuh pasien dengan menggunakan jari. Salah satu awak media berkesempatan merasakan sensasi pijatannya. Ia menotok-notok beberapa titik punggung pasien sembari tengkurap.
Seakan tidak mengerahkan tenaga, tapi yang dirasa ada sakit di titik yang ia totok. Usai menotok di bagian punggung, ia memijat kaki, tangan, pinggang, dan beberapa titik di tubuh saat duduk dan posisi telentang. “Ini ada syaraf kejepit,” ujar Malik mendiagnosa. [suf]






