Pasuruan (beritajatim.com) – Para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar wisata Banyubiru senang. Pasalnya wisata alam tersebut sudah dibuka kembali pada, Senin 20 Juni mendatang. Alhasil, puluhan PKL mengadakan tasyakuran di pelataran wisata. Tasyakuran ini merupakan bentuk terimakasihnya bisa berjualan lagi.
“Kami sangat bersyukur karena wisata alam Banyubiru sudah dibuka kembali. Makanya kami mengadakan tasyakuran kecil-kecilan,” ucap Kanati, salah seorang PKL wisata Banyubiru, Kamis (16/06/2022).
Setelah memanjatkan doa bersama, sambil membawa tumpeng para PKL masuk dan makan bersama di pinggir kolam pemandian alam Banyubiru. Uniknya, para PKL ini melakukan ritual melemparkan sebagian pucuk nasi tumpeng ke arah kolam banyubiru.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wisata”]
Mereka berbagi rezeki kepada ratusan ikan Sengkaring yang berads di kolam pemandian itu. Dikarenakan ikan Sengkaring diyakini masyarakat sekitar sebagai ikan ‘dewa’. “Itung-itung juga bagi rejeki ke ikan-ikan disini. Semoga nanti rejeki berkah dan lancar setelah dibuka,” katanya.
Kinanti juga berkeluh sebelum wisata alam dibuka para PKL sangat terpuruk. Bahkan mereka hanya bisa berdiam diri di dalam rumah dikarenakan tidak ada pekerjaan lainnya. “Saya jualan disini sudah turun temurun dari nenek. Mulai saya kecil sampai besar ya jualan di Banyubiru. 2 tahun ditutup bingung mau cari uang kemana, “ungkapnya.
Namun kini para PKL merasa lega setelah mendapat kepastian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan untuk membuka kembali wisata Banyubiru. Mereka bisa kembali mencari nafkah dengan berdatangannya kembali wisatawan. (ada/kun)






