Sampang (beritajatim.com) – Dengan terbentur keterbatasan ekonomi, Chalili (65) warga Dusun Juklanteng, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, dipastikan akan berangkat ke tanah suci Mekah menjadi tamu Allah. Dia menabung sejak 1981 atau 41 tahun lalu.
Chalili seorang pengayuh becak ini, setiap hari hanya mendapatkan penghasilan Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Tetapi, dengan niat yang kuat dan bulat, Chalili menyisihkan penghasilanya untuk ditabung. Padahal, ia harus menghidupi keluarga dan dua anaknya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”haji-sampang”]
Sejak menikah, Chalili mengaku rajin menabung, keluarganya pun mendukung niatnya menggunakan hasil tabungan itu digunakan untuk mendaftar ibadah haji. “Saya menabung sejak 1981. Sebelum punya becak sendiri, saya menyewa dengan setoran Rp 75 per hari. Di saat itu saya menabung. Hasil tabungan itu sama keluarga dibelikan emas,” ujarnya, Rabu (15/6/2022).
Seiring laju waktu, Chalili pun bisa membeli becak sendiri tanpa harus dibebani dengan uang setoran. Sehingga, hasil tabungan semakin bertambah hingga tahun 2011 ia bersama istrinya sepakat menjual perhiasan dan bersama-sama mendaftar sebagai sebagai Calon Jemaah Haji.
Sayangnya, pada 2019, sang istri sakit dan meninggal. Kedua putranya pun tidak berkeinginan untuk menggantikan almarhum ibunya menunaikan ibadah haji. Sehingga Chalili berangkat haji seorang diri tahun ini. “Istri saya meninggal pada 2019. Mau digantikan ke anak saya, tidak ada yang mau, akhirnya saya berangkat sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Sampang Ersyad mengatakan, persiapan pemberangkatan CJH tahun ini sudah rampung. Para CJH sudah melalui semua tahapan. Mulai dari manasik tingkat Kecamatan, hingga Kabupaten dan juga sudah melakukan vaksinasi lengkap.
“Ada sebanyak 173 CJH yang siap berangkat. Pemberangkatan dilakukan pada Kamis (16/6/2022) dari Pendopo Bupati Sampang. Ratusan CJH Sampang tergabung kloter 20 bersama daerah lainnya yaitu Probolinggo, Kota Batu dan Gresik,” tandasnya. [sar/suf]







