Jember (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo membuat seorang warga Jember, Henang Tatas Takariyanto ‘kesengsem’. Dia sampai membuat lukisan istimewa bertema ‘Kun Fayakun’ yang bakal dihadiahkan kepada Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Henang bercerita ada makna tersendiri dari lukisan yang dibuatnya. Lewat lukisan itu, dia ingin memberikan semangat kepada Ganjar untuk maju sebagai calon presiden 2024.
“Jika Pak Ganjar dikehendaki Allah, apapun yang terjadi, beliau pasti akan jadi presiden,” katanya, ditulis Kamis (9/6/2022).
‘Kun Fayakun’ adalah kalimat yang tercantum dalam Alquran Surat Yasin pada ayat 82, yang berbunyi Innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaqụla lahụ kun fa yakụn. Ayat ini berarti ‘sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia’.
Pada malam pertama, Henang melukis sosok Ganjar lebih dulu. Dalam lukisan itu, Ganjar mengenakan pakaian batik khas Jawa Tengah.
“Batik ini sudah diterima sebagai pakaian nasional,” kata Henang.
Di malam kedua, Henang melukis pemandangan latar di belakang Ganjar, yakni laut, langit merah bagaikan fajar menyingsing, tulisan kun fayakun, dan kalimat syahadat. “Laut menunjukkan wawasan Pak Ganjar yang seluas samudra. Warna merah identik dengan warna PDI Perjuangan,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ganjar-pranowo”]
Kalimat syahadat ‘Lailahaillallah Muhammadarrasulullah’ yang artinya ‘Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah’ dilulis diukir di awan putih. “Saya ingin menunjukkan bahwa kalimat itu bukan hanya milik sekelompok orang, tapi milik umat Islam,” kata Henang.
Henang mulai melukis Kun Fayakun pada 1 Juni 2022, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, dengan cat minyak di atas kanvas berukuran 50 kali 50 centimeter. Menurutnya, Ganjar lebih pantas menggantikan Presiden Joko Widodo dibandingkan kandidat presiden lainnya yang muncul saat ini. “Selayaknya orang Jawa, dia lebih luwes dan memiliki pengalaman sebagai birokrat,” katanya.
Henang menyerahkan lukisan itu kepada Ketua Ganjarist Jawa Timur Agus Hadi Santoso di Jember. Ia berharap Agus mau menyampaukan lukisan itu kepada Ganjar. “Saya kan tidak punya link buat ketemu Pak Ganjar langsung,” katanya.
Dibesarkan di keluarga berlatarbelakang pendukung Partai Nasional Indonesia (PNI), Henang merasa punya kedekatan dengan Ganjar yang juga kader PDI Perjuangan. PDIP dianggap sebagai penerus PNI. “Nama saya akronim dari Marhen Menang dan Takariyanto berasal dari Tahun Berdikari yang dicetuskan Bung Karno,” katanya. [wir/beq]






