Ponorogo (beritajatim.com) – Penularan cepat dari ternak yang sudah terjangkiti penyakit mulut dan kuku (PMK) memang benar adanya.
Baru beberapa hari ditemukan 19 sapi yang positif, kini jumlah sapi yang terjangkiti penyakit yang masuk Indonesia lebih dari 100 tahun itu, sudah mencapai ratusan.
Per hari Jumat (3/6) ini, jumlah sapi di Kabupaten Ponorogo yang terjangkit PMK sebanyak 402 ekor.
“Per hari ini, ada 402 sapi yang terjangkit PMK,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Peternakan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo, Masun, Sabtu (4/6/2022).
Masun menyebut, jika sebelumnya hanya ditemukan di 3 kecamatan, kali ini naik tajam menjadi 9 kecamatan yang sudah terjangkit PMK. Kesembilan kecamatan itu meliputi Balong, Jambon, Kauman, Pudak, Pulung, Sampung, Siman, Slahung dan Sooko. Kecamatan Pudak yang merupakan sentra sapi perah, menjadi daerah yang terbanyak terjangkit PMK. Yakni ada 241 ekor sapi.
“Kecamatan Pudak menjadi yang tertinggi yakni 59,9 persen atau ada 241 ekor terjangkit PMK. Disana memang banyak warga yang ternak sapi. Ada salah satu warga yang mengaku baru mendapatkan kiriman sapi dari Boyolali,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penyakit-mulut-kuku”]
Masun menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat membagi kawasan sebaran PMK menjadi empat kategori. Yakni, daerah wabah, daerah tertular, daerah terduga, dan daerah bebas. Nah, Kabupaten Ponorogo termasuk ke dalam desa tertular. Sebab, adanya pengiriman sapi dari luar daerah ke bumi reog.
“Ponorogo masuk kategori daerah tertular,” katanya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo lewat Dipertahankan terus berupaya menempuh percepatan penanganan PMK. Mulai pengobatan dengan pem berian antibodi dan vitamin. Selain itu juga melakukan pengawasan lalu lintas ternak, hingga memberikan edukasi.(end/ted)






