Surabaya (beritajatim.com) – Di peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729 dengan tema “Sinergi Kuat untuk Surabaya Hebat, Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan Kota Pahlawan akan menjadi hebat ketika seluruh rakyatnya bersatu dan saling bergotong royong.
“Surabaya ini menunjukkan budaya arek, seperti pada penampilan pada HJKS ke-729 ini, ada berbagai budaya, agama, suku dan ras di sini (Surabaya),” kata Eri saat acara resepsi HJKS ke-729 di Halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (31/5/2022).
Setelah pandemi Covid-19 melandai, ke depannya Eri akan membawa Kota Surabaya menjadi lebih baik lagi, terutama di sektor ekonomi kerakyatan, pembangunan sumberdaya manusia, pelayanan publik, pendidikan dan pembangunan yang lebih maju.
Pada sektor ekonomi di tahun 2020 lalu, Eri mengaku, sempat mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya, terkontraksi menjadi – 4,85 persen. Di tahun 2021, Surabaya kembali mengalami peningkatan signifikan, ekonomi tumbuh pada angka 4,29 persen. Sayangnya, pertumbuhan ini belum diikuti dengan pengurangan tingkat pengangguran terbuka yang pada tahun 2021 belum berkurang secara signifikan dan menunjukkan angka 9,68 persen serta persentase penduduk miskin yang meningkat menjadi 5,23 persen.
Kemudian di tahun 2021 mulai ada pertumbuhan cepat pada sektor padat modal. Oleh sebab itu, pada tahun 2022 ini, prioritas pembangunan masih akan difokuskan pada pemulihan ekonomi, utamanya melalui pendekatan ekonomi kerakyatan dengan pemberdayaan UMKM. Mulai dari peresmian padat karya berupa kafe di Jalan Nias Kecamatan Gubeng, maupun Sentra Menjahit dan Laundry di daerah Prapen Kecamatan Tenggilis Mejoyo pada 28 Mei lalu.
“Ini menjadi bukti kuat komitmen kita bersama dalam mengurangi angka masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Surabaya,” ucap Eri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hut-surabaya”]
Oleh karena itu, dalam membangun sebuah kota Eri menegaskan, tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkot Surabaya, akan tetapi harus saling berkolaborasi dengan seluruh lapisan elemen masyarakat.
Karena menurutnya makna dan hadiah yang paling indah adalah ketika semua rakyat Surabaya bisa membangun dan mencintai kotanya dari hati, dengan cara bergotong royong membangun bersama.
“Dengan warga dan sinergi yang hebat, saya selalu mengatakan bukan wali kota yang, hebat tapi orang-orang yang cinta dengan Surabaya. Ayo, kita sebagai warga Surabaya, bukan sebagai wali kota, kita cintai dan bangun dengan kekeluargaan. Dengan kekeluargaan itulah Surabaya ke depan,” pungkasnya. [asg/but]






