Malang (beritajatim.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang memastikan, wabah penyakit mulut dan kaki atau PMK pada hewan ternak sejauh ini masih suspect.
Hal itu tak membuat aktivitas jual beli di Pasar Hewan Gondanglegi, Kabupaten Malang, terhenti. Pantauan beritajatim.com, Kamis (12/5/2022), ratusan ekor sapi dari berbagai daerah di Jawa Timur, masih cukup mendominasi.
Menurut Hasan Bisri (54), salah satu pedagang hewan sapi mengatakan, hewan sapi yang bersih badanya rata rata berasal dari luar kota. “Hewan sapi yang badannya bersih itu dari luar kota, itu dari Kediri. Bedanya ya itu, kalau badan sapinya bersih itu di datangkan dari jauh. Sebelum masuk pasar sini di mandikan dulu. Tapi kalau yang kotor, biasanya dari kandang disekitar Gondanglegi langsung dibawah ke pasar hewan untuk di jual,” ungkap Bisri, Kamis (12/5/2022) siang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit-PMK”]
Menurut Bisri, sejak pekan lalu animo masyarakat untuk membeli hewan masih masih sangat tinggi. “Alhamdulillah pembeli masih banyak. Sejak Legi kemarin minat beli cukup tinggi. Sekarang kan pasaran Pon. Sama juga pembeli masih banyak ini,” tutur Bisri.
Bisri mengaku kabar wabah PMK yang menyerah hewan ternak sejauh ini tidak mengganggu aktifitas jual beli. “Tidak terpengaruh, buktinya minat beli masyarakat cukup tinggi. Tadi pagi memang ada orang dinas kesini, memberitahu dan sosialisasi akan wabah tersebut. Tapi Alhamdulillah hewan di pasar ini sehat semua, tidak ada yang sakit,” tegas Bisri.
Bisri mengaku harga satu ekor sapi saat ini untuk kurang sedang mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 30 juta per ekor. Pasca libur lebaran tahun ini, transaksi jual beli hewan sapi juga masih cukup tinggi. (yog/kun)






