Mojokerto (beritajatim.com) – Paska-Lebaran 2022, harga daging sapi di Mojokerto terpantau masih tinggi. Seperti di Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, harga daging sapi dijual di kisaran Rp120 ribu per kilogram.
Salah satu pembeli, Makrifah (47), mengaku terpaksa membeli daging sapi yang masih mahal lantaran kebutuhan. Dia sedang membutuhkan daging sapi untuk hajatan.
“Iya masih mahal, Rp120 ribu/kg. Terpaksa beli karena butuh buat selamatan,” ungkap warga Desa Medali, Kecamatan Puri itu pada Selasa (10/5/2022).
Salah satu pedagang daging di Pasar Kedung Maling, Didiek Nurdiansyah (41), mengatakan harga daging sapi hingga saat ini belum mengalami penurunan. Dia menjelaskan harga Rp12o ribu per kilo itu untuk daging dengan kualitas yang bagus.
“Harga masih sama, masih tinggi Rp120 ribu per kg. Itu daging yang bagus,” kata dia.
Didiek juga mengungkapkan kenaikan harga tgerjadi sejak H-2 Lebaran. Itupun terjadi secara bertahap.
“Naiknya bertahap, tidak langsung Rp120 ribu, normal Rp100 ribu per kg,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Harga-Daging-Sapi”]
Selanjutnya, kata Didiek, saat H-5 Lebaran 2022 harga masih Rp105 ribu per kg. Harga berangsur naik hingga mencapai Rp120 ribu per kg.
Dia pun menjual beberapa kategori daging mulai harga Rp80 ribu per kg sampai Rp120 ribu per kg. Harga itu dia tetapkan lantaran harga daging dari rumah jagal sudah tinggi.
“Karena kita beli dari jagal (rumah potong hewan) utuh, belum dibagi daging bagus dan daging yang ada lemaknya. Jadi kira sendiri yang membagi sesuai jenisnya sehingga harganya pun tidak sama. Saya juga menawarkan ke pelanggan, mau daging yang harga mana,” katanya.
Meski harga daging sapi tetap tinggi, Didiek mengungkapkan permintaan daging masih banyak. Dalam satu hari, ia menghabiskan 90-100 kg daging sapi.
Jumlah penjualan tersebut, ungkap Didiek, mengalami peningkatan, Pada kondisi normal, rata-rata Didiek menghabiskan 60 kg per hari. [tin/beq]






