Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo melarang kegiatan takbir keliling dengan menggunakan mobil bak terbuka atau truk. Sebab, hal tersebut membahayakan lalu-lintas pada saat malam takbiran. Remaja masjid Baitul Taqwa Panderejo Kelurahan Patihan Wetan punya cara yang unik untuk mensiasatinya. Mereka tetap menggunakan truk untuk melakukan takbir keliling. Namun, truk yang digunakan adalah truk mainan.
“Ini merupakan inisiatif dari pemuda dan pemudi masjid Baitul Taqwa untuk berkreasi takbir dengan truk mainan tersebut,” kata Takmir Masjid Baitul Taqwa, Maslukhan, Minggu (1/5/2022).

Truk mainan itu, dikolaborasikan dengan spiker aktif atau sound system kecil yang berbunyi takbir. Lantas pemuda dan pemudi itu menariknya dengan tali, dan mengelilingi kelurahan tersebut.
“Jadi masih sama takbir keliling menggunakan truk bak terbuka dan plus ada sound system namun namun ukurannya mini semua,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”takbir-keliling”]
Bagi yang tidak menarik truk mini itu, panitia sudah menyiapkan obor yang dinyalakan dan dibawa saat takbir keliling. Kegiatan ini, dilakukan untuk memeriahkan hari kemenangan, Lebaran Idul Fitri 1443 hijriah.
“Suasana keakraban di malam haru kemenangan ini sangat terasa. Selain takbir berkumandang di spiker aktif yang ada di truk mainan. Para pemuda dan pemudi juga mengumandangkan takbir sepanjang jalan yang dilalui,” pungkasnya. [end/but]






