Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki Sekolah Sepak Bola menjadi salah satu impian Dendy Sulistyawan, penyerang Bhayangkara FC asal Lamongan. Hal ini terwujud saat ini pemain jebolan Pra PON 2016 lalu kini memiliki SSB yang di-branding namanya, Dendy Soccer School.
Dendy menceritakan perjalanan mendirikan SSB ini bermula dari motivasi dirinya sendiri, karena ia melihat bagaimana sebelum ia menjadi pemain profesional berlatih sepak bola bukan dari sekolah sepak bola melainkan latihan antar kampung.
Melihat banyak pemain yang masih kecil dan memiliki bakat bagus di sepak bola, ia mulai membangun SSB ini di wilayah tempat tinggal Dendy di Sendangrejo Kecamatan Ngimbang Lamongan. Pemain berusia 26 tahun ini mewadahi dan memberikan fasilitas kepada anak-anak sekitar yang ingin mewujudkan impiannya menjadi pemain sepak bola.
“Aku bikin SSB pasti terinspirasi dan termotivasi dari diriku sendiri, karena melihat dulu aku latihan sepak bola itu bukan dari SSB tapi dari diri sendiri dan latihan antar kampung. Melihat banyak anak-anak kecil yang punya bakat dan bermimpi menjadi pemain sepak bola diwilayahku, tapi belom ada wadah SSB yang memfasilitasi, akhirnya aku memutuskan membuat SSB untuk mereka mbak agar dapat mewujudkan impiannya menjadi pemain sepak bola,” ucap bintara Polisi ini, Kamis (28/4/2022).
Perjalannya pun tak mudah, hingga akhirnya ia kini memiliki 120 anak didik yang bersekolah di tempatnya dengan menggandeng tenaga pelatih yang telah memiliki lisensi dan mampu mengembangkan sepak bola modern saat ini. “Masalah pelatih saya menggandeng teman yang sudah punya lisensi, dan hasilnya alhamdulillah saya sudah punya 120 murid,”ucapnya.
Bahkan pemain yang baru saja dikaruniai anak ini mengatakan perkembangan sekolah sepak bola di Lamongan semakin banyak hampir di setiap wilayah selalu ada SSB dan itu menjadi sebuah tantangan bagi dirinya.
Namun hal itu ditepis dalam pikiranya menurutnya bersaing bukan menjadikan hal yang baik ia merubah pola persaingan itu menjadi bagaimana anak didiknya bisa mewujudkan impianya menjadi pemain sepak bola.
Mencoba petualangan baru, dan melihat secara langsung bagaimana antusiasnya anak-anak didiknya berlatih, berkembang dan bersaing dengan SSB lain. “Suka duka pasti ada, sukanya bisa melihat antusias mereka berlatih, berkembang lebih baik lagi kalau dukanya karena jarang ada waktu itu yang membuat saya jarang bisa bertatap muka dengan mereka,”ungkapnya.
Tak perlu mengeluarkan uang yang mahal untuk bisa bergabung dengan Dendy Soccer School, Dendy mengatakan hanya dengan membayar biaya pendaftaran 200 ribu rupiah para siswa sudah bisa mendapatkan jersey latihan dan setiap datang hanya membayar iuran sebesar 10 ribu rupiah. “Biaya pendaftarnya 200 ribu sudah dapat Jersey latihan dan perdatang latihan 10 ribu saja,”tutupnya.
Harapanya dengan SSB baru yang dimilikinya, Dendy bisa membantu anak-anak diwilayahnya mewujudkan impian mereka dengan memberikan fasilitas latihan sebaik mungkin. [way/kun]







