Surabaya (beritajatim.com) – Level permainan dua klub Liga Inggris, Liverpool dan Manchester City, sama-sama susah ditiru dan disaingi klub-klub sepak bola lain di dunia. Jurgen Klopp berhasil membuat Liverpool susah dikalahkan, begitu pula Pep Guardiola yang menjadikan City sebagai tim pelanggan trofi juara.
“Di Liga Primer Inggris tidak ada yang mendekati permainan Liverpool dan City. Bahkan di dunia hanya Bayern Munchen yang bisa mendekati. (Permainan Munchen) itu seharusnya sama, bahkan mungkin betul-betul sama,” kata Timo Scheunemann, mantan pelatih Persema Malang keturunan Jerman.
Sebenarnya, Bayern Munchen yang saat ini dilatih Julian Nagelsmann itu berkesempatan bentrok dengan Liverpool dalam semifinal Liga Champions Eropa. Namun dalam perempat final, juara Jerman itu dikalahkan klub Spanyol, Villareal, dengan skor agregat 1-2 (0-1, 1-1). Sementara Liverpool dan City lolos ke semifinal.
[berita-terkait number=”5″ tag=”liverpool”]
Timo menilai, kekalahan tersebut tidak lantas serta-merta membuktikan Munchen berada di bawah Liverpool dan Manchester City. “Kalau kita lihat statistik permainan, Bayern Munchen jauh di atas Villareal. Satu tendangan ke gawang Villareal langsung berbuah gol. Dari 10 kali pertandingan, mungkin sembilan kali Bayern Munchen menang. Jadi itu tidak bisa dijadikan landasan bahwa Villareal lebih hebat daripada Bayern Munchen,” katanya.
Timo menegaskan, tiga tim terhebat di dunia saat ini adalah Bayern Munchen, Liverpool, dan Manchester City. “Hebat sekali karena kedalaman skuad Liverpool masih kalah dibandingkan Manchester City. Tapi musim ini sudah tiga kali bertanding, Liverpool tidak pernah kalah lawan City. Satu kali menang dan dua kali seri. Itu yang luar biasa dari Klopp di musim ini. Termasuk mereka menjuarai League Cup. Itu luar biasa,” katanya.
Kebetulan, Bayern Munchen adalah klub kedua yang dilatih Pep Guardiola selama tiga musim, 2013-2016. Rivalitas taktik Guardiola dan Klopp diawali di Bundesliga, saat Klopp melatih Borussia Dortmund. Dalam buku biografi Jurgen Klopp, Bring The Noise, disebutkan Klopp sakit hati karena pemain kesayangannya Mario Goetze memilih pindah ke Bayern yang dilatih Guardiola.
Berikutnya adalah sejarah. Dua pelatih itu sudah berhadapan 24 kali, terakhir dalam pertandingan semifinal Piala FA, Sabtu (16/4/2022). Klopp menang 10 kali, Pep menang 8 kali, 6 kali berakhir imbang.
Di Bundesliga, Guardiola mengalahkan Klopp tiga kali dan Klopp hanya menang sekali. Sementara dalam German Super Cup, Klopp mengalahkan Guardiola dua kali. Dalam DFB-Pokal atau Piala Jerman, Klopp menang sekali dan Guardiola menang sekali. Sementara di Inggris. Liverpool di bawah asuhan Klopp menang enam kali dan City menang empat kali. Mereka mencatatkan enam kali hasil imbang. [wir/kun]






