Jember (beritajatim.com) – Memperingati Hari Bumi, sejumlah anggota organisasi pecinta alam membagikan bibit pohon kepada warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Warga cukup menukarnya dengan tiga botol bekas.
Pembagian bibit pohon dilakukan di sekitar alun-alun Jember, Jumat (22/4/2022). “Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa sebenarnya pohon ini mahal. Sampah plastik tidak bisa terurai bertahun-tahun,” kata Abdul Hakim, salah satu aktivis.
Organisasi pecinta alam di Jember juga menyerukan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Dia mengingatkan semua pihak berhenti membuang sampah di Sungai Bedadung.
“Bedadung bukan tempat sampah. Kondisi Bedadung cukup memprihatinkan. Kami sudah melakukan ekspedisi tiga sungai dan menemukan tumpukan sampah kecil dan besar, yang terdiri dari sampah plastik. Kalau tumpukannya setinggi lebih dari tiga meter termasuk besar,” kata Hakim.
Berdasarkan data dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) beberapa waktu lalu, pada 2019, ada 20 timbulan sepanjang jalur jembatan Nuris sampai jembatan Semanggi. Pada 2022 awal ditemukan 253 pohon terlilit plastik dan 120 timbulan sampah yang didominasi ukuran sedang 2-5 meter dan beberapa di antaranya berukuran besar 10-15 meter.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Jumlah semakin banyak, setelah pada 27 Februari 2022 mereka menemukan 75 timbulan sampah yang berukuran sedang 2-5 meter dan 18 timbulan sampah berukuran besar 10-15 meter. Pohon yang terlilit plastik sebanyak 264 batang.
Mapala juga melakukan audit terhadap sampah. Total jumlah sampah plastik yang diambil dari sungai sebanyak 132 byag di antaranya memiliki merek. Masyarakat masih banyak yang menggunakan produk kemasan sachet.
Para pecinta alam juga mengupayakan penyelamatan gumuk atau bukit di Jember dan menolak penambangan. “Kami berharap tiga isu yang kami angkat menjadi pusat perhatian pemerintah. Kami tidak akan berhenti bicara tambang,” kata Hakim. [wir/beq]






