Surabaya (beritajatim.com) – Risky Dwiyan, gelandang muda Persebaya ini mungkin tidak asing bagi para pecinta tim Bajul Ijo. Pemain jebolan EPA U20 ini memang cukup melalang buana di beberapa tim liga 3 dan PON Jawa Timur 2021.
Dihubungi beritajatim.com, pemain berparas cakap ini pun mengaku kaget dipilih secara langsung oleh pelatih Aji Santoso untuk bergabung dengan tim senior Persebaya, pasca dua hari mengikuti seleksi.
Ia bercerita, awalnya tidak tahu jika ada seleksi pemain untuk tim senior. Risky kemudian bertanya kepada mantan teman satu timnya alumni EPA, tak berselang lama ia pun memutuskan untuk ikut fun game reunian. Namun sampai di Gelora 10 November kondisinya berbeda, justru seleksi dan trial yang terjadi.
“Awalnya ada yang direct message saya, tanya ikut latihan alumni EPA tapi saya tidak tahu. Akhirnya saya tanya teman apakah benar ada main bola, lalu saya dimasukkan di grup alumni EPA. Di grup bilangnya fun game, saya berangkat itung-itung silahturahmi, ternyata seleksi sama trial pas di Tambaksari,” cerita Risky, Jumat (22/4/2022).
Risky selama dua hari mengikuti seleksi. Pada hari terakhir ia dipanggil oleh pelatih Persebaya Aji Santoso. Dia dinyatakan terpilih menjadi salah satu pemain yang bergabung di tim senior. Tentu saja, Risky kaget. Karena hal itu tidak pernah pernah terpikirkan olehnya. Risky tidak menyangka menjadi bagian dalam keluarga Persebaya. Padahal sebelumnya dia berencana melanjutkan kontraknya bersama Persikab Bandung di Liga 2.
“Ya lolos itu ngga nyangka. Awalnya cuma ikut-ikutan tapi coach Aji bilang secara langsung setelah trial kedua. Nah, itu yang membuat saya yakin kalau arah saya harus ke sini cari tantangan dan pengalaman baru di Persebaya. Awalnya saya mau melanjutkan di Persikab karena itunganya sudah lama di klub ini,” ceritanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”aji-santoso”]
Ingin mencari tantangan baru di klub besar yang dicita-citakan sejak masih sekolah sepak bola, Risky Dwiyan nekad menanda tangani kontrak jangka panjang selama empat tahun. Dukungan keluarga dekatnya dan berbekal pengalaman juara di EPA 20, serta pernah uji tanding dengan Persebaya ketika di PON Jatim menjadi acuan pemain berlesung pipit ini bisa menjadi talenta yang masuk dalam skema Aji Santoso saat bermain.
“Saya sudah bicara dengan orangtua mereka mengarahkan ke sini (Persebaya), maka saya memilih di sini. Sekarang targetku ya bisa masuk skemanya coach Aji, dikasih waktu bermain. Kalaupun belum bisa ya waktunya belajar dulu sama senior, yang penting tak coba dulu tantangan dan pengalaman baru ini,” tutupnya.
Sebelumnya, empat pemain muda terpilih adalah Deni Agus (bek kanan), M widi Syarif (penyerang), Arief Catur (gelandang), serta Risky Dwiyan (gelandang), bergabung dengan Persebaya. Tiga di antaranya dipilih langsung Aji Santoso lewat seleksi. Widi syarif telah berlatih dengan tim sejak seri ke-empat liga 1 2021/2022 di Bali dengan status pemain promosi dari EPA U18. [way/suf]






