Surabaya (beritajatim.com) – Perbedaan Pertalite dan Pertamax perlu diketahui bagi semua pengendara kendaraan bermotor. Penggunaan kedua Bahan Bakar Minyak (BBM) itu adalah suatu kebutuhan utama bagi pengendara motor maupun mobil.
Beberapa waktu lalu sempat ramai soal Harga Bahan Bakar Minyak jenis Pertamax milik PT Pertamina (Persero) yang alami lonjakan hingga Rp12.500- Rp13.000 per 1 April. Kenaikan harga itu lantas membuat selisih harga Pertalite dari Pertamina terpaut jauh, yaitu sekitar Rp7.650 berbanding dengan Rp12.500.
Perlu dipahami juga, jika bahan bakar Pertalite adalah bahan bakar kendaraan bensin yang saat ini masih disubsidi pemerintah. Bagi Anda yang belum mengetahui persis, berikut ini beda antara Pertalite dengan Pertamax?
Pertamax, biasanya ditandai dengan warna yang kebiruan. Untuk mesin dengan\ tingkat rasio kompresi mesin di kisaran 10:1 sampai pada 9:1. Bahan bakar mesin bensin yang memiliki Research Octane Number (RON) sebesar 92 Memiliki formula PERTATEC yaitu zat tambahan aditif yang membuatnya mampu membersihkan mesin dari rimbunan deposit pada ruang pembakaran.
Pertalite punya tingkat oktan 92 dengan stabilitas oksidasi yang tinggi serta kandungan aromatic, olefin, dan benzene di level rendah. Bahan bakar mesin bensin yang memiliki Research Octane Number (RON) sebesar 90.
Pertalite punya warna khas yang kehijauan. Biasanya digunakan untuk mesin dengan tingkat rasio kompresi mesin kisaran 9:1 hingga 10:1. Pertalite memiliki kualitas dibawah pertamax namun masih diatas premium.
Kandungan sulfur dengan mencatat angka maksimal 0,05 m/m atau setara 200 ppm, serta tidak mempunyai kandungan timbal. Kandungan utama Pertalite adalah nafta (bahan yang memiliki titik didih antara gasolin dan kerosin) yang memiliki RON 65-70.
Sebenarnya salah satu beda paling mencolok dari kedua bahan bakar ini teknologi PERTATEC atau Pertamina Technology) pada Pertamax. Selain menghasilkan pembakaran yang sempurna, Pertamax memiliki kelebihan lain sebab karena formula PERTATEC.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bbm”]
Zat aditif dari PERTATEC diklaim membersihkan endapan kotoran pada bagian mesin dengan lebih baik. Kemudian teknologi ini juga diklaim dapat membersihkan endapan kotoran pada bagian injector.
Selain itu, PERTATEC juga dapat mengoptimalkan pembakaran, dan konsumsi bahan bakar. Persentase endapan yang berkurang berkat teknologi ini berkisar di angka 20 persen, sementara Pertalite masih belum. (dan/ian)






