Malang(beritajatim.com) – Rico Briliantino Ketua RT 1 RW 6 Sukoharjo, Klojen, Kota Malang melaju dengan motor matic. Pada bagian depan motor terdapat air kemasan galon. Rico menyapa beberapa orang yang tak pernah dia ketahui sebelumnya.
Beberapa orang luar daerahnya itu adalah para awak jurnalis yang sedang menunggu polisi selesai menggeledah rumah ZI pelaku pembunuhan dokter muda sekaligus mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Bagus Prasetya Lazuardi. Rumah ZI berada di di Jalan Kiai Tamin Gang 1 Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, Minggu, (17/4/2022).
Unit Jatanras dan Inafis Polda Jawa Timur yang sedang melakukan tugas sejak sekira pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB itu tampak sibuk. Tidak ada satupun yang bisa dikonfirmasi atas aktifitas mereka di rumah ZI. Informasinya mereka sedang melakukan rekontruksi aksi pembunuhan ZI untuk melengkapi hasil penyelidikan mereka.
Reporter Beritajatim.com pun akhirnya mencari rumah Rico pak RT, yang memang menjadi tugasnya memelihara kerukunan warga. Rico mempersilahkan reporter untuk masuk ke rumahnya, sebelum memulai sesi tanya jawab. Rico terlebih dahulu meminta tanda pengenal demi memastikan tamu yang dia terima adalah seorang jurnalis.
“Benar orangtuanya nyonya SY asli sini, dan ZI sejak kecil juga tinggal disini. Sepengetahuan saya dia 2 bersaudara, kakaknya sekarang tinggal di Pasuruan. Secara pribadi dia memang orangnya jarang bersosialisasi sama warga,” kata Rico.
Soal informasi istri ZI dan mempunyai anak tiri TS sekaligus pacar dari mendiang Bagus Prasetya Lazuardi, Rico mengaku tak mengetahui pasti. Sebab, saat pernikahan ZI tidak mengurus keperluan yang dibutuhkan nikah ke dirinya selaku pejabat RT setempat.
“Setahu saya tinggal sama ibunya. Kalau istrinya saya gak pernah tahu. Karena memang tidak mengurus disini tahu-tahu sudah menikah,” ujar Rico.
Soal keberadaan anak-anak tiri ZI, Rico mengaku tidak mengetahui pasti. Sepengetahuannya dari pengakuan ZI dia memiliki 2 anak laki-laki yang usianya sudah besar dan dewasa. Sedangkan untuk TS anak tiri ZI yang juga dicintai ZI sekaligus sebagai salah satu motif pembunuhan. Rico mengaku tak pernah mengetahui sama sekali.
“Anaknya perempuan (TS) saya juga tidak tahu. Tapi informasi yang saya terima dari ZI ada 2 laki-laki katanya anaknya, sudah besar. Bilang ke saya anaknya kuliah di UB udah gitu aja yang laki-laki itu,” tandasnya.
Sementara itu di kalangan jurnalis, sosok ZI diketahui dari foto yang sudah beredar luas. Reporter beritajatim.com mencoba mengkroscek sosok ZI dengan menyodorkan foto ke Wijiadi tetangga ZI. Dia pun mengangguk, membenarkan bahwa foto itu adalah ZI.
Dari foto itu diketahui bahwa ZI adalah keturunan Arab-Indonesia. Foto yang beredar ZI berperawakan kekar, berambut tipis dengan hidung mancung. Kulitnya berwarna sawo matang dengan jengot tipis.
Foto kedua ZI tidak sendirian, dia berfoto dengan 4 orang lainnya. Ada 3 sosok wanita dan 2 pria. 1 pria diidentifikasi sebagai ZI sedangkan sosok wanita di foto itu, Wijiadi mengaku tidak mengenal. Kabar yang beredar 2 dari 3 wanita itu adalah istri ZI dan T anak tiri ZI yang juga pacar mendiang Bagus Prasetya Lazuardi.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Jatim AKBP Ronald Ardiansyah Purba mengungkap motif pembunuhan mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya, Bagus Prasetya Lazuardi (25) adalah karena cinta dan uang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bagus-prasetya-lazuardi”]
Diungkapkan Ronald, Tersangka yakni ZI mencintai T pacar Bagus yang tak lain adalah anak tiri pelaku. Tersangka merasa cemburu dengan hubungan antara anak tirinya dengan Bagus Lazuardi.
“Selain itu juga karena motif ekonomi, tersangka ingin menguasai mobil milik korban serta uang yang ada di rekening korban,” ujarnya saat jumpa pers, Senin (18/4/2022).
Beberapa kali pelaku sering meminta uang, dan Bagus tidak segan mentransfer uang ke rekening ZI.
Lebih lanjut Ronald menyatakan, belum ada pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa pembunuhan ini. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa diantaranya pacar korban, orang tua pacar korban.
“Penyidikan belum berakhir, sementara baru satu pelaku,” ujarnya.
Sebelumnya, mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya (UB) ditemukan di Purwodadi dalam kondisi sudah membusuk. Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap pelaku yang tak lain adalah ayah tiri pacar korban.
Akibat perbuatannya tersebut tersangka dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana serta 365 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (luc/ted)






