Jember (beritajatim.com) – Seluruh perwakilan fraksi di DPRD Jember, Jawa Timur, menandatangani pakta integritas untuk memperjuangkan tuntutan massa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Jember, Selasa (12/4/2022).
Penandatanganan dilakukan di hadapan ratusan orang mahasiswa yang berunjuk rasa di depan DPRD Jember. Tujuh legislator yang membubuhkan tanda tangan mewakili Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fraksi Pandekar, dan Fraksi PDI Perjuangan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demo-mahasiswa”]
Ada empat tuntutan mahasiswa yang disepakati. Pertama, mendorong Ketua DPRD Kabupaten Jember dan perwakilan partai dalam komisi untuk menandatangani pakta integritas dan mendesak agar Ketua
DPR RI serta Presiden agar secara tegas nenolak penundaan Pemilu 2024.
Kedua, menuntut DPRD Kabupaten Jember untuk mendesak DPR RI dan MPR RI supaya tidak mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945.
Ketiga, mendorong DPRD Kabupaten Jember agar mendesak presiden segera menyelesaikan persoalan tingginya harga minyak goreng dan meminta presiden untuk me-reshuffle
menteri perdagangan. Keempat, mendesak pemerintah untuk mencabut ketetapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen.
Koordinator aksi M. Yayan meminta kepada DPRD Jember agar surat dukungan bermaterai tersebut diantarkan langsung ke DPR RI di Jakarta. Mahasiswa mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika ternyata tuntutan mereka diabaikan.
Usai aksi, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi berjanji akan menindaklanjuti dengan mengantarkan tuntutan itu langsung ke Jakarta. “Pada prinsipnya, suara mahasiswa adalah suara demokrasi. Sakral bagi kami. Ini amanah dan kami menindaklanjutinya sesuai keinginan mahasiswa,” katanya. [wir/suf]






