Probolinggo (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi keberadaan SRG kepada para kepala pasar di gudang pemrosesan beras di Desa Wonorejo Kecamatan Maron, Rabu (6/4/2022). Sebagai langkah awal adalah mendistribusikan beras petani maupun komoditi lain yang disimpan di gudang Sistem Resi Gudang (SRG).
Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo, Moh. Natsir mengatakan, kepala pasar se-Kabupaten Probolinggo ini dikumpulkan dalam rangka untuk memberikan pemahaman terkait keberadaan SRG di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, yang selanjutnya disampaikan kepada para pedagang yang ada di pasarnya masing-masing. Paling tidak bisa ikut memasarkan produk dari SRG sehingga bisa menjadi percontohan di tingkat nasional.
“Nanti ketika resi gudang ini sudah keluar, petani tidak hanya menyimpan dan tunda jual saja untuk mendapatkan pinjaman di bank dengan bunga enam persen. Misalnya petani mempunyai padi seharga Rp. 1 miliar, maka petani mendapatkan pinjaman sebesar maksimal 70 persen dari nilai berasnya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”probolinggo”]
Tidak hanya itu jelas Natsir, pihaknya juga akan mengembangkan dari PT CUAN selaku pengelola SRG, untuk menjualkan juga selain menunda jual jika harga jatuh. Jika harganya tidak jatuh petani bisa langsung jual. “Jadi resi gudang itu tujuannya tunda jual,” jelasnya.
Menurut Natsir, keterlibatan kepala pasar untuk mendukung SRG ini adalah untuk mendistribusikan beras-beras petani. Sebab beras dari SRG ini dipastikan bahwa beras itu dari Kabupaten Probolinggo.
“Akan tetapi ke depan, resi gudang ini tidak hanya beras tapi juga gabah. Tahun depan nanti kita akan mencoba kopi. Selain kopi juga ada ikan yang bisa dilakukan tunda jual. Jadi kalau di Kabupaten Probolinggo sudah musim ikan harganya jatuh, maka kita sudah kerja sama dengan cool storage yang ada di Kota Probolinggo untuk tunda jualnya,” terangnya. [tr/but]






