Madiun (beritajatim.com) – Hari-hari sebelum memasuki bulan Ramadan, terjadi perbedaan dalam menentukan awal puasa, tapi perbedaan tersebut tidak menjadikan umat terpecah belah. Karena Ummat sudah semakin pandai dalam menyikapi perbedaan yang terjadi dan bisa saling menghargai satu sama lainnya.
Gus Ton mengapresiasi ketika memasuki penentuan tanggal awal ramadan ternyata ada dua versi yakni tanggal 2 April 2022 dan tanggal 3 April 2022. Pemahaman masyarakat luar biasa bijaksana serta saling memahami sehingga perbedaan benar-benar serasa sebagai rahmat yang besar.
Dalam memasuki Ramadan malah mendapat rahmat yang besar meskipun ada perbedaan. Hal tersebut disampaikan Gus Thon / Gus Ton ( KH Mas Sulthon salah satu tokoh masyarakat Jawa Timur ), yang selalu menyantuni ribuan anak yatim dan selalu membantu yang membutuhkan.
”Sebelum Ramadan, masyarakat banyak berselisih untuk urusan yang tidak penting. Begitu memasuki awal Ramadan, meski dengan perbedaan tanggal awal Ramadhan, masyarakat tiba-tiba seperti saling memahami,” kata Gus Thon.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ramadan”]
Menurutnya, hal itu luar biasa. Ini rahmat bulan Ramadan, rahmat yang ada begitu memasuki awal Ramadan itu adalah penting bagi umat Islam untuk dijadikan teladan. Serta dicari bagaimana caranya agar hal itu bisa terus terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya jika Ramadan sudah usai sehingga kian memperkuat ukhuwah Islamiah.
”Saling memahami ketika memasuki Ramadan, merupakan salah satu pemahaman terhadap ayat-ayat Allah SWT seperti diantaranya dalam Surah Al Imran ayat 190, Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam adalah tanda bagi orang yang punya berakal, yang menggunakannya untuk berfikir. Juga, Surah Al Hujurat ayat 13 Kami jadikan manusia itu bersuku-suku, berbangsa-bangsa untuk saling mengenal satu sama lain,” katanya.
Menurutnya, pemahaman terhadap firman-firman Allah mengenai suatu perbedaan adalah penting. Dan ini akan menjadi lebih penting jika terus bisa diterapkan umat Islam meskipun misal pasca Ramadhan nantinya. (fiq/ted)






