Malang (beritajatim.com) – Beritajatim Award 2022 memberikan apresiasi terhadap Anak Muda Inspiratif Pilihan Pembaca. Dari seleksi melalui penjurian menggunakan mesin poling secara otomatis ini, terdapat 10 orang pemuda yang berhak mendapatkan trophy.
Mereka adalah Dani Aditya, Lenang Manggala, Nur Cholifah, Aeshnina Azzahra Aqilani, Zulham Ahmad Mubarok, Helena Aprilia, Hasti Utami, Nurul Iftitah, Daniel Agung dan Niken Mayang.
Salah satu pemenang Anak Muda Inspiratif Pilihan Pembaca Beritajatim Awards 2022, Zulham Ahmad Mubarok, mengatakan, dalam dunia digital yang makin berkembang pesat saat ini, pemuda adalah kunci sekaligus jawaban dari seluruh perkembangan jaman.
Penggagas Satu Desa, Satu Pemuda Kreatif serta Milenial Utas di Malang Raya itu menegaskan, pemuda kreatif dibutuhkan demi kemajuan bangsa dan negara.
“Dari desa kami menginisiasi, bahwa pemuda desa yang kreatif kedepan nanti, menjadi harapan dan tumpuan bangsa Indonesia. Ditangan pemuda, modernitas dan kecanggihan tekhnologi adalah sesuatu yang harus bisa ditaklukkan. Artinya, pemuda desa yang kreatif harus mau terus belajar tanpa lelah. Karena Indonesia ke depan, ada pada generasi Milenial dengan tantangan sangat besar,” ujarnya, Kamis (31/3/2022).
Zulham Akhmad Mubarok sendiri adalah pendiri Gerakan Milenial Utas. Gerakan ini diinisiasi oleh 500 pemuda dari seluruh desa di Kabupaten Malang. Jumlah pemuda itu sesuai dengan jumlah desa di Kabupaten Malang yang mencapai 397 desa dan total 33 kecamatan.
’’Di awal-awal pandemi saya dan beberapa kawan tersadar bahwa ekonomi kita akan kolaps jika tak ada jaring pengaman ekonomi strategis, maka lahir ide mendirikan komunitas pengusaha milenial berbasis industri kreatif dan kami namakan Milenial Utas itu,’’ jelas Zulham.
Bukan perkara mudah mengumpulkan ratusan pemuda yang bekerja di sektor industri kreatif dan berusia milenial. Problemnya berkaitan dengan sikap pemuda yang cenderung cuek dan tidak ingin berjejaring. Tetapi, dengan kegigihan, Zulham berhasil mempersatukan mereka.
’’Ketika itu sedang PPKM tapi saya malah keliling blusukan ke desa-desa sambil bagi-bagi masker dan hand sanitizer satu persatu saya datangi simpul pemuda, butuh 3 bulan untuk mengumpulkan kawan-kawan ini,” kata dia.
Terdapat 16 subsektor dalam ekonomi kreatif. Yaitu, kuliner, fashion, kriya, TV dan radio. Lalu, usaha penerbitan, arsitektur, aplikasi dan games developer. Termasuk juga, periklanan, musik, fotografi, film, animasi, video, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, desain interior, dan desain komunikasi visual.
Berbasis potensi ekonomi kreatif itu, Zulham membangun konsep 1 desa 1 pemuda kreatif. Kata Zulham, rata-rata usaha kreatif itu tidak dilirik Bank maka mereka kebanyakan bermodal kecil dan rentan bangkrut. Dengan berjejaring di Milenial Utas, maka tercipta pasar yang baru dan jejaring support sistem antara pemuda kreatif di desa-desa tersebut. Sehingga mereka lebih bisa melewati masa kritis saat pandemi.
Zulham sendiri adalah seorang pekerja kreatif. Pria kelahiran 12 Juni 1984 itu menjadi komisaris di sejumlah perusahaan berbasis teknologi. Diantaranya, PT Agra Nirwasita Technology (ANT) dan PT Sangkar Garuda Sakti (SGS). Selain itu, pria kelahiran Kecamatan Poncokusumo, Malang, itu juga menjadi Direktur Operasional di KIPA Indonesia, sebuah perusahaan rintisan yang memproduksi aplikasi POS dan layanan kasir online. ’’Saya lebih suka disebut technopreneur. Seorang entrepreneur di bidang teknologi,’’ ujarnya
Pria yang memiliki nama pena Zulham Mubarak itu mengawali karier profesionalnya sebagai jurnalis di Harian Jawa Pos sejak April 2007-Mei 2013. Pernah menjadi Ketua Forum Wartawan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Forwara) RI selama 2 periode yakni 2008-2009 dan 2009-2010. Dalam bidang jurnalistik, alumni SMUN 01 Malang itu beberapa kali mencatatkan capaian khusus dalam bidang jurnalisme investigasi.
Salah satunya adalah keberhasilan menjadi salah satu jurnalis yang diterima di dalam Jaringan teroris Jamaah Islamiyah Malaysia. Setelah melakukan liputan investigatif selama 6 bulan dia berhasil melakukan wawancara khusus dengan Yahya M Top (Kakak Noordin M Top) dan Badaruddi Husen (jubir JI Malaysia) di Sekolah Agama Lukmanul Hakim, Johor Bahru, Malaysia.
Mengakhiri karir sebagai jurnalis, Zulham akhirnya kembali ke kampung halaman di Malang dan mendirikan perusahaan berbasis IT pada 2015. Selain mendirikan perusahaan, Zulham juga menjadi pembina di dua komunitas hacker yang cukup disegani secara nasional yakni Surabaya Black Hat (SBH) dan Malang Cyber Crew (MCC).
Walau bekerja di sektor teknologi, tetapi Zulham tidak memiliki latar belakang pendidikan teknik. Tak hanya itu, sarjana Sastra Inggris itu juga memiliki hobi nyentrik yakni melakukan pendampingan hukum pada persoalan-persoalan yang menjerat orang kecil dan kepentingan umum.
“Saya ingin menyadarkan publik bahwa semua orang berhak membela dirinya di depan hukum. Tak melulu hanya tugas sarjana hukum untuk paham hukum dan membela yang lemah ketika tertindas di depan hukum,’’ kata Zulham.
Dalam konteks advokasi sosial Zulham yang memiliki nama pena Zulham Mubarak pernah melahirkan karya dalam bentuk buku berjudul “Justice for Atik”. Buku itu mengisahkan perjuangan seorang ibu yang dituduh menjadi pembobol brankas Bank milik pemerintah yakni Bank Jatim.
Buku itu kemudian menjadi role model advokasi nonlitigasi dan menjadi salah satu koleksi National Library of Australia dalam bentuk monogram. Buah dari advokasi itu, Zulham kemudian diundang dalam acara Mata Najwa di Metro TV dengan topik berjudul Menjadi Tumbal, tayang pada 2018.
Pada 2020, Zulham kembali mengadvokasi secara pro bono seorang pelajar SMA asal Malang yang dituduh membunuh begal motor ketika membela diri dan menjadi isu nasional. Dia kemudian diundang lagi di acara Mata Najwa Narasi TV dalam edisi Hukum Pilah-Pilih untuk mendiskusikan advokasi sosialnya tersebut.
Zulham juga pernah menjabat sebagai Kepala Humas dan Hubungan Internasional di Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, Humas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang, Sekretaris LTN NU Kabupaten Malang dan Direktur Nukita.id.
Saat ini, Zulham menjabat sebagai Instruktur Ansor Cyber Troops Academy (ACTA) Jatim, Presidium Forum Pemuda Nahdliyin (FPN) Malang Raya, Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, Ketua Umum Esport Indonesia (ESI) KONI sekaligus Wakil Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kabupaten Malang.
Dari seabreg aktivitas organisasi itu, Zulham beberapa kali menerima penghargaan. Diantaranya, Penghargaan Top Leader Malang Raya dan The Most Influential Figure dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Malang Raya selama dua kali berturut-turut yakni pada tahun 2020 dan 2021. Pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Zulham juga menerima penghargaan dari PCNU Kabupaten Malang sebagai Kiai Digital Awards 2021. Penghargaan yang terbaru diterimanya dari ajang Anugerah Times Indonesia (ATI) 2021 sebagai special achievement bidang kepemudaan di Kabupaten Malang.
Kunci capaian ini, kata Zulham, ada pada dua hal penting yakni ridlo orang tua dan dukungan keluarga. Ketika mengambil keputusan penting, Zulham selalu melibatkan sang ibu dan istri. Zulham berharap bisa terus menularkan visinya kepada generasi yang lebih muda dan terus bergerak bersama banyak komunitas pemuda untuk membangun tanah kelahirannya dari desa. Karena bagi Zulham, yang terpenting dalam hidup adalah memberi manfaat kepada manusia lain tanpa pamrih. ’’Seperti kata Rosullulah dalam hadis, manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi manusia lain,’’ pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hut-beritajatim”]
Sekadar diketahui, Beritajatim.com berdiri tanggal 1 April 2006. Pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke 16 ini, Beritajatim.com mengusung tema “Berani, Cerdas, dan Terbuka”. Pergelaran HUT Beritajatim mendapat dukungan kerja sama dari Ayomedianetwork, Perhumas Surabaya, ESI Jatim, SKK Migas, PT. Bank Jatim, ExxonMobil Cepu Ltd.
Kemudian PT. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Bumi Suksesindo, HM. Sampoerna, PT. Djarum, PHE WMO, Saka Indonesia Pangkah Ltd., PEPC JTB, PHE Randugunting, Kangean Energi Indonesia, Medco Energi, Petronas Carigali Ketapang-2 Ltd., Husky-CNOOC Madura Ltd., serta PT. El Nusa Tbk.
Selanjutnya, PT. Magnet Solusi Integra, PT.Pertamina EP Poleng Field, PertaminaEP Sukowati Field, Pertamina EP Cepu, Saka Energi Muriah Ltd., PT. Gudang Garam Tbk, PT. Astra Tol Nusantara, JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris, Mercure Grand Mirama Surabaya, Hotel 88, Spike Indonesia, KAHF, Aqua, Jamoe Iboe, Bess Mansion Hotel Surabaya, Stefani Cake, Alana, Luminor, dan berbagai pihak lainnya. [yog/but]







