Jember (beritajatim.com) – Aula kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di Jalan Kartini, Kabupaten lJember, Jawa Timur, ambruk, Minggu (27/3/2022) malam. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Luas aula tersebut 105 meter persegi dan bisa menampung 50 orang dalam satu kegiatan rapat tatap muka. “Atasnya ambruk total. Tembok sekelilingnya mungkin tersisa 70 persen. Yang sisi timur ambrol. Tembok sebelah timur rapuh, terkikis, ada retakan. Kejadiannya sekitar jam 18.15 WIB,” kata Kepala Disnaker Jember Bambang Rudianto, Senin (28/3/2022).
Tanda-tanda ambruknya aula diketahui Pak Nari, seorang penjaga malam kantor, yang tengah di dalamnya. “Dia mendengar suara ‘kreteg’, lalu dia pindah ke musala. Tidak lama kemudian ambruk,” kata Bambang.
Malam itu juga Bambang segera mengecek lokasi ambruknya aula bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember. “Di belakang aula persis ada sungai kecil. Dugaan sementara ada erosi di sana. Dulu kan memang ada plengsengan dan tembok di luar gedung yang jadi batas Disnaker ke kantor pemerintah daerah,” katanya. Beberapa tahun lalu tembok itu terkikis aliran sungai. Penyangganya sudah roboh.
Gedung kantor Disnaker Jember termasuk tua. Bambang tidak tahu usianya. “Tapi dulu kan pernah jadi Kantor Bagian Sosial Politik dan kantor Kecamatan Kaliwates sebelumnya,” kata Bambang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Langkah pertama Disnaker adalah membersihkan puing-puing reruntuhan dan aset. “Karena itu aula tempat rapat, otomatis ada meja, kursi, podium, alat roasting kopi hasil karya pelatihan kerja teman-teman difabel,” kata Bambang.
Nominal kerugian masih dihitung. “Ada tiga AC yang juga kena,” kata Bambang.
Perbaikan bisa didanai Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Namun juga bisa kantor Disnaker dipundah. Bambang memperoleh informasi bahwa kantornya itu akan pindah alamat. “Saya belum tahu pastinya. Katanya di gedung transito Kecamatan Kaliwates,” kata Bambang.
Tidak adanya aula itu tidak begitu mengganggu aktivitas. “Aula itu tak sering digunakan. Ruang kepala dinas masih mampu diisi 10-12 orang (untuk rapat). Pelatihan dengan skala kecil bisa pakai aula itu. Tapi kalau butuh alat dan tempat luas ya di BLK (Balai Latihan Kerja),” kata Bambang. [wir/ted]






