Surabaya (beritajatim.com) – Pergantian nama Ibu Kota negara memang merujuk banyak faktor. Bisa jadi akibat perpindahan kekuasaan, atau perpindahan tempat, dan faktor lain.
Sejauh ini tercatat ada beberapa negara di dunia yang pernah berganti nama, salah satunya yaitu Indonesia. Berikut ini daftar negara yang pernah mengganti nama ibu kota negaranya.
Indonesia
Pada masa lalu, Indonesia pernah memiliki beberapa sebutan juga beberapa kali berganti nama. Diantaranya yaitu Sunda Kelapa, Jayakarta, Stad Batavia, Gemeente Batavia, Stad Gemeente Batavia, Jakarta Toko Betsu Shi, Pemerintah Nasional Kota Jakarta, dan Stad Gemeente Batavia.
Kemudian Kota Praja Jakarta, Kota Praja Djakarta Raya, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini ibu kota bernama DKI Jakarta. Namun, seiring perkembangan perpindahan ibu kota Indonesia akan bernama Nusantara.
Thailand
Thailand saat ini memiliki ibukota dengan Krung Thep Maha Nakhon. Kerajaan Thailand pun sudah secara resmi mengubah nama Bangkok Krung Thep Maha Nakhon yang berarti kota agung para malaikat.
Zimbabwe
Negara Zimbabwe saat ini memiliki ibu kota dengan nama Harare. Nama itu diresmikan ketika perayaan kemerdekaan Zimbabwe yang kedua tepatnya di 18 April 1982. Sebelum itu ibukota negaranya bernama Salisbury.
Kazakhstan
Aqmola sempat menjadi nama ibu kota usai negara Kazakhstan merdeka. Lalu berubah lagi
menjadi Astana di tahun 1998. Saat ini ibukota Kazakhstan resmi bernama Nur-Sultan.
Norwegia
Ibukota Norwegia bernama Oslo. Sebenarnya Oslo telah dipakai sejak dulu. Namun di 1624 Raja Denmark yang berkuasa, Christian IV, kemudian membangun kembali kota tersebut. Ia lalu mengubah nama menjadi Christiana, yang kemudian berubah ejaan menjadi Kristiana pada 1877.
Setelah merdeka penuh, Norwegia memutuskan untuk tidak mengenang kembali raja Denmark itu. Nama ibu kota Norwegia kembali menjadi Oslo pada 1905.
Kongo
Ibukotanya pernah dikenal sebagai Leopoldville. nama itu diambil dari seorang Raja Belgium, Leopold II, yang menguasai Kongo. Kemudian Kepala Staf Militer Kongo Mobutu Sese Seko merebut kembali kekuasaan dan menyatakan diri sebagai presiden.
Seko lalu mengganti nama Leopoldville di tahun 1966. Ia mengganti dengan nama Kinshasa yang hingga kini dipakai dengan maksud agar lebih dekat dengan budaya Afrika.
Tajikistan
Sejak di tahun 1929, ibu kota Tajikistan memiliki nama Dyushambe. Nama yang berasal dari bahasa Rusia itu lalu berubah menjadi Stalinabad atau “Kota Stalin” sampai 1961.
Tajikistan lalu mengubah ibu kota menjadi Dushanbe yang lebih identik dengan suasana di sana. Hal itu juga mengupayakan reformasi politik sejak kematian Stalin. Nama Dushanbe hingga kini dipakai.
Beberapa negara itulah yang pernah merubah nama ibukotanya dengan alasan beberapa hal. Salah satunya adalah negara kita, Indonesia. (dan/ian)






