Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 memicu krisis di sektor pariwisata. Kemampuan perusahaan mengatasi krisis ini yang ditampilkan Royal Singosari Hospitality dan Jatim Park dalam Jatim PR Award 2022, yang diselenggarakan beritajatim.com, pilar.id, Portal Communications yang berkolaborasi dengan Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia) Surabaya, sebuah organisasi profesi praktisi humas dan komunikasi Indonesia.
Sekar Laksita dari Royal Singosari dan Titik Ariyanto dari Jatim Park memaparkan program secara daring, Sabtu (26/3/2022), di hadapan dewan juri yang terdiri atas Usman Kansong, Direktorat Jenderal Infomasi dan Komunikasi Publik, Ketua Perhumas Surabaya Suko Widodo, Pemimpin Redaksi beritajatim.com Dwi Eko Lokononto, Dewan Penasihat Badan Pengurus Pusat Perhumas Heri Rakhmadi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PR-Jatim-Award”]
Titik mengatakan, Jawa Timur Park Group ditutup menyusul terbitnya surat edaran mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat pada 2021. Ada 14 theme park dalam satu kota yang harus ditutup sementara. Sosialisasi penutupan Jawa Timur Park Group selama pandemi juga diunggah di akun instagram @jawatimurpark. Penutupan ini diberitakan oleh media massa dan memunculkan pertanyaan publik.
Isu pun berkembang bahwa JTP Group bangkrut. Titik pun melakukan klarifikasi di media massa. “Perhatian dari netizen setelah adanya klarifikasi cukup tinggi. Netizen berempati dan mendukung Jawa Timur Park Group. Bahkan tidak sedikit netizen memberikan pembelaan terhadap isu yang ada. Cepatnya respon dari Jawa Timur Park menjadikan isu yang ada tidak berlarut terlalu lama,” katanya.
Sementara itu, Sekar Laksita mengatakan, pandemi yang berlangsung sejak Maret 2020 di Indonesia sangat mempengaruhi seluruh sektor industri. “Indonesia yang hampir di setiap wilayahnya memiliki potensi pariwisata terpaksa harus menghentikan semua aktivitas pariwisatanya. Semua pelaku industri pariwisata tidak lagi bisa mengais rezeki lewat pariwisata,” katanya.
Royal Singosari lantas melakukan aktifitas tanggung jawab sosial dan kampanye di kalangan internal, menggandeng pegiat dan pelaku pariwisata untuk mendukung sektor pariwisata di area masing masing, dan serempak di seluruh area Royal Singosari Hospitality pada saat 17 Agustus 2021.
Sekar menyebut kegiatan itu sebagai titik balik kebangkitan pariwisata meskipun dengan kondisi yang penuh keterbatasan. Mereka menggelar upacara bendera serempak dari Surabaya, Semarang, Bali dan Gili Matra dengan melibatkan lingkungan sekitar, media dan internal dengan menggunakan baju daerah sebagai dress code.
“Yang sedikit Berbeda ada di Gili Matra karena upacara bendera di bawah laut Gili Air menggandeng komunitas penyelam, Pokdarwis Gili Matra, Pengusaha pariwisata sekitar serta komunitas penangkaran hiu dan terumbu karang. Diharapkan kegiatan Ini bisa menjadi pemicu semangat optimisme untuk kebangkitan pariwisata Indonesia,” kata Sekar.
Cerita Sekar ini sempat menerbitkan rasa haru dari dewan juri. “Saya kok terharu mendengarnya,” kata Heri Rakhmadi.
Sementara itu, Usman Kansong memberikan semangat kepada pelaku bisnis pariwisata tetap semangat. Ia percaya, sektor pariwisata akan kembali bangkit setelah pandemi. “Jadi nanti setelah haru menjadi hura,” katanya. Sekar pun ikut tersenyum. “Iya, Pak. Maaf saya jadi curhat jadinya,” katanya. [wir/kun]






