Sumenep (beritajatim.com) – Pencarian terhadap Fidya Talitatus Shofiyah (8), yang hanyut di Sungai perbatasan Desa Kebundadap Barat dengan Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep kembali dilanjutkan.
“Hari ini merupakan pencarian hari ketujuh. Apabila hari ini tidak ada tanda-tanda diketemukan, maka sesuai ketentuan UU No 29 tahun 2014, pencarian akan dihentikan,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat (25/03/2022).
Pencarian hari ketujuh dilakukan tim gabungan Basarnas, Pol Air Polres Sumenep, Polsek dan Koramil Saronggi, BPBD dan Damkar Sumenep, aparat pemerintahan Desa Kebundadap Barat dan Kebundadap Timur, serta masyarakat sekitar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tenggelam”]
“Pelaksanaan pencarian hari ini dipusatkan di hilir saluran air. Yang pertama fokus di saluran air sisi selatan dan utara jembatan yang menuju aliran sungai Saroka. Kegiatannya mengangkat tumpukan sampah yang bercampur lumpur,” terang Widiarti.
Pencarian juga dilakukan di sekitar dermaga dan di sepanjang pesisir Sungai Saroka, difokuskan di area pohon mangroove. “Sedangkan untuk Tim Basarnas melaksanakan pencarian dengan menyisir di Sungai Saroka dan Perairan Tanjung,” paparnya.
Widiarti menambahkan, ada permintaan dari masyarakat ke Polres Sumenep untuk mendatangkan K9 (anjing pelacak: red). Berdasarkan hasil koordinasi dengan Forpimka, Pemerintahan Desa serta Tim pencarian, dan dihadiri Kasat Sabhara, disepakati untuk mendatangkan K9 sebagai bentuk upaya pencarian maksimal.
“Karena sampai hari ketujuh tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, maka disepakati pencarian dihentikan dan akan ditindak lanjuti dengan pencarian menggunakan K9. Saat ini proses administrasinya masih ditangani Sat Sabhara Polres Sumenep,” ungkap Widiarti.
Pada Sabtu (19/03/2022) sekitar jam.16.30 WIB, Fidya Talitatus Shofiyah, warga Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, hilang terseret arus sungai perbatasan Desa Kebundadap Barat dan Kebundadap Timur. Korban merupakan siswa SD kelas II.
Peristiwa nahas itu berawal ketika korban pulang mengaji bersama neneknya. Mereka melalui jalan yang terdapat luapan air yang melebihi tanggul sungai. Korban diduga terjatuh dan terseret arus ke sungai tersebut. Saat kejadian, sungai memang sedang meluap akibat derasnya hujan. (tem/kun)






