Bojonegoro (beritajatim.com) – Musrini (55) Warga Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mengaku sudah mulai mengantre untuk membeli minyak goreng curah sejak sekitar pukul 07.30 WIB. Dia ikut mengantre untuk mendapatkan minyak goreng dalam operasi pasar minyak goreng yang digelar oleh Pemkab Bojonegoro.
“Sudah sejak pukul 07.30 WIB, belum terlayani. Karena orang tidak punya, mau beli minyak goreng harus antre seperti ini (panjang). Hingga pukul 09.00 WIB,” ujarnya.
Operasi minyak goreng ini digelar di Pasar Wisata, kemarin. Ratusan warga mengantre menggunakan jirigen yang dijejer. Mereka rela mengantre untuk membeli minyak goreng curah yang saat ini harganya di pasar tradisional maupun modern lebih mahal. Menurut Masrini, harga minyak kemasan masih sekitar Rp35 per liter.
[berita-terkait number=”4″ tag=”minyak-goreng”]
Sementara Kepala Pasar Kota Bojonegoro Nur Cholis Majid mengatakan, operasi pasar minyak goreng curah kali ini, disediakan 9.810 kilogram. Minyak goreng curah tersebut dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.
Sementara para pembeli dibatasi pembelian maksimal 20 liter per orang. “Jumlah pembeli yang terdaftar berjumlah 290 orang.” terang Nur Cholis Majid. [lus/but]






