Surabaya (beritajatim.com) – Tanpa kita sadari, celana jeans telah menjadi fashion item andalan dalam berpakaian di keseharian. Meski dengan perkembangan fashion dari masa ke masa, namun sepertinya jeans akan selalu eksis dan tak lekang oleh waktu. Apalagi celana jeans sangat mudah untuk dipadupadankan dengan pakaian apapun.
Sejatinya penggunaan celana jeans ini tak memiliki masalah, namun bisa menimbulkan bahaya dalam jangka waktu panjang apabila terlalu sering memakainya. Terutama celana jeans dengan model ketat.
Apa saja bahayanya? Simak penjelasan berikut ya!
1. Tight Pants Syndrome
Pernah mendengar istilah ini? Sindrom ini terjadi ketika kalian merasa tidak nyaman ketika memakai celana jeans, terutama pada bagian perut. Umumnya, tight pants syndrome akan kalian alami dalam waktu 2-3 jam setelah makan dan sedang memakai celana yang ketat.
Ketika selesai makan, perut akan mengembang sementara. Apabila mengenakan celana jeans yang ketat, tentu saja kalian akan merasa sesak. Itulah mengapa dianjurkan untuk menggunakan celana dengan ukuran 3 inci lebih besar dari ukuran perut kalian.
2. Masalah sendi dan sakit punggung
Sering mengeluh sakit punggung dan nyeri sendi? Maka bisa jadi celana jeans penyebabnya! Kebiasaan mengenakan celana jeans ketat yang terlalu sering bisa berdampak pada fleksi punggung bawah, sehingga jaringan ikat fascia pun meregang dan akan meningkatkan tekanan pada cakram. Akibatnya postur tubuh kalian juga ikut berubah.
3. Ruam merah dan gatal
Penggunaan celana jeans yang terlalu ketat juga bisa menimbulkan ruam merah yang berakhir gatal. Berawal dari paha lalu merambat ke area selangkangan dan pantat.
Ini disebabkan oleh terjadinya gesekan pada kulit secara terus menerus, lembap, juga keringat berlebih. Tanpa kalian sadar, faktor-faktor tersebut akan memicu timbulnya jambur dan bakteri yang bisa menginfeksi kulit.
4. Mengganggu kesehatan vagina
Wanita perlu berhati-hati karena penggunaan celana jeans ketat terlalu sering bisa meningkatkan risiko vulvodynia, yang mana merupakan kelainan nyeri pada vulva atau area luar vagina. Nyeri tersebut mengakibatkan rasa menyengat, sensasi terbakar, gatal-gatal, dan berdenyut.
5. Mempengaruhi kesuburuan pria
Tidak hanya wanita, namun pria juga perlu waspada! Beberapa studi mengatakan bahwa jumlah dan kualitas sperma juga akan terkena dampak dari penggunaan celana jeans ketat ini. Yakni karena suhu pada testis terlalu panas sehingga sperma rusak.
Selain itu, dalam sebuah jurnal berjudul Lifestyle and fertility: the influence of stress and quality of life on male fertility, disebutkan bahwa jenis pakaian tertentu akan memengaruhi kesehatan alat reproduksi.
Ada baiknya untuk mengurangi pemakaian celana jeans setiap harinya. Apalagi kini sudah hadir begitu banyak celana dengan model yang nyaman dan tentunya tidak membawa risiko besar. (mnd/ian)






