Surabaya (beritajatim.com) – Viralnya momen Rara Isti Wulandari, pawang hujan di sirkuit MotoGP Mandalika terus bergulir. Sosok Rara kini tengah jadi bahan perbincangan di seluruh dunia, termasuk di media sosial.
Sejumlah warganet kreatif pun bersaing membuat parodi meniru Rara. Mereka melakukan gerakan sebagaimana Rara saat mengendalikan cuaca.
Akun Instagram @insta_julid pun merangkum beberapa video parodi Rara, Sang Pawang Hujan. Salah satu video tersebut menujukkan seorang pria memakai headband di kepalanya.
Pemuda itu beraksi di tengah jalan kampung yang sepi sembari membawa wajan dengan sebotol minyak goreng. Dia menunjukkan diri sebagai pawang minyak goreng.
Sebelum beraksi pria itu menyelipkan spatula di headband belakang kepalanya. Sejurus kemudian pria itu mengambil spatula dari kepalanya seakan mengambil pusaka yang bertuah.
Sembari membawa wajan berisikan minyak ia memainkan benda itu dengan spatulanya seakan sedang ritual, berputar-putar dan kemudian duduk bersila di jalan. Menariknya dalam unggahan video itu ia menuliskan “turunkan harga migor”.
Sepertinya, pria berkaos hitam dan bercelana pendek hitam pula itu tidak sedang berusaha mengendalikan hujan tapi mengendalikan harga mie goreng dengan minyak sebagai pusaka utamanya.
View this post on Instagram
Nah, selain video pria minta harga migor diturunkan oleh semesta, di dalam beberapa video yang dirangkum akun @insta_julid ini juga ada yang berusaha memawangi ayang alias pacar.
Ialah video di mana pria menuliskan caption, “Mandalika aja ada pawangnya masa kamu nggak,”.
Pria itu memakai helm tanpa kaca, berpakaian serba hitam dan membawa wadah yang sepertinya semacam lampu tidur dan satu tongkat kecil yang terbuat dari kayu. Ia berteriak ke langit sembari menutar-mutar tongkat kayu kecil itu dipelipir wadah.
Begitu kreatif dan ekspresifnya sehingga aksi-aksi merekapun banyak mendapat komentar lucu dari warganet.
“Pada kocak banget nih netizen,” komentar warganet.
“Netizen Indonesia emang gak ada matinyaaaa,” tambah yang lain.
“Kalau pawang hujan ampuh, kenapa gak ada pawang utang yak, biar utang negara lunas nas,” tulis warganet.
“Ayang… pawangin aku dong,” ujar lainnya turut memeriahkan kolom komentar (adg/beq)






