Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki personal boundaries atau pembatasan diri tentu sangat berguna untuk melindungi diri sendiri. Tidak hanya dari orang-orang yang mungkin merugikan, namun juga bisa mereka yang hendak memanipulasi hingga menyalahgunakannya.
Secara tidak langsung personal boundaries dapat membuat kehidupan sosial seseorang jauh lebih baik. Namun, tak semua orang ternyata memiliki batasan ini, atau mungkin memiliki tapi cukup lemah. Berikut ini tanda-tanda bahwa personal boundaries seseorang masih lemah, di antaranya;
Terlalu terbuka dengan orang lain
Jika sekadar untuk sharing atau bercerita tentang suatu hal, mungkin tidak akan menjadi masalah besar. Karena tujuannya untuk meluapkan emosi berlebihan yang ada dalam hati, agar tidak menjadi pemicu timbulnya beragam penyakit.
Namun, jika terlalu terbuka dengan orang lain tentu tidaklah baik. Terlebih jika sampai menyangkut privasi. Jadi, tidak semua hal bisa diceritakan. Maka sebaiknya pilah kembali hal-hal yang seharusnya memang perlu dihindari atau disimpan sendiri.
Tidak bisa menolak
Orang dengan personal boundaries lemah biasanya sulit untuk berkata tidak. Apapun yang dikatakan, disarankan, atau bahkan diperintahkan oleh orang lain, ia selalu mengiyakannya. Bahkan jika itu sangat bertentangan dengan keinginannya.
Tak ayal jika hal ini tidak bagus untuk keberlangsungan hidup nantinya. Jadi, mulai mempertegas diri untuk menentukan pilihan hidup diri sendiri.
Membuatkan orang lain mendominasi
Semua yang terjadi pada hidupmu adalah hak sekaligus tanggungjawabmu sepenuhnya. Siapapun tidak ada yang berhak untuk mendominasi dirimu. Mungkin berbeda halnya jika orang lain memberikan kritik dan saran, namun untuk mengatur kehidupan, tentu tidak.
Personal boundaries yang lemah cenderung memberikan kesempatan pada orang lain untuk mendominasi dirinya. Jika demikian, mulai saat ini hendaknya pertegas batasannya untuk kebaikan diri sendiri.
Merasa bertanggungjawab atas kesalahan orang lain
Seseorang dengan personal boundaries yang lemah kerap menganggap kesalahan yang dialami orang lain ialah tanggungjawab dia sepenuhnya. Padahal tidak selalu demikian, semuanya tentu ada batasannya.
Dalam beberapa kasus lain, justru ia merasa bahwa seseorang membencinya karena mungkin beberapa hal buruk yang ada dalam dirinya. Padahal, perasaan, penilaian, atau pemikiran orang lain bukanlah kewajibanmu untuk menyenangkan semua orang.
Tidak berani berpendapat
Menyampaikan suatu pendapat merupakan hal yang wajar. Bahkan dalam kondisi tertentu, opini seseorang akan sangat dibutuhkan. Namun, berbeda halnya jika seseorang memiliki personal boundaries yang lemah. Ia mungkin lebih memilih diam karena tidak berani berpendapat.
Padahal dengan berpendapat atau menyuarakan aspirasi bisa membuat suatu sistem menjadi lebih baik. Terlebih jika terdapat sesuatu yang tidak beres atau bahkan ketika diri merasa diperlakukan tidak baik. Maka tentu saja perlu adanya menyuarakan pendapat, agar orang lain tidak semakin semena-mena terhadap hidupmu. (fyi/ian)






