Surabaya (beritajatim.com) – Banyak hal yang membuat seseorang jadi lebih posesif. Bisa jadi karena pernah dibohongi, diselingkuhi, atau lainnya. Namun, terlepas dari itu sebenarnya perilaku seperti ini dianggap normal dilakukan oleh pasangan. Tapi, menjadi negatif jika dilakukan secara berlebihan.
Tak ayal jika seseorang yang mulai posesif sedikit banyak akan berubah karakternya. Meski demikian, orang seperti ini biasanya tidak menyadari hal tersebut. Adapun beberapa tanda bahwa diri sendiri mulai posesif pada pasangan, di antaranya;
Cemburu yang berlebihan
Alih-alih menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang, orang yang posesif cenderung cemburu secara berlebihan. Ia tidak bisa jika melihat pasangannya dekat dengan lawan jenis.
Bisa termasuk teman kerja, teman sekolah, ataupun lainnya, meskipun untuk sekadar mengobrol. Hal tersebut dianggapnya tidak pantas dan sebaiknya tidak perlu dilakukan.
Sering mengontrol
Pribadi yang posesif juga sering mengontrol pasangannya. Bahkan dari banyak kasus yang terjadi, ruang lingkup pasangan menjadi sangat dibatasi.
Tidak hanya dari komunikasi di media sosial, melainkan juga secara face to face. Hal ini bukan tanpa alasan, ia meyakini bahwa hal tersebut hanya akan membuka peluang untuk pasangan berselingkuh.
Cari perhatian
Banyak orang beranggapan bahwa penguat rasa kasih sayang ialah dengan menunjukkan bentuk perhatian. Tak ayal orang-orang yang posesif biasanya mereka yang kurang mendapatkan perhatian.
Sehingga ia kerap melakukan sesuatu untuk mencari perhatian pasangannya. Beberapa di antaranya melakukannya dengan cara membuat story galau.
Tak segan untuk mengancam
Mereka yang mulai posesif berlebihan biasanya tak segan untuk mengancam pasangannya. Ancaman yang dilakukan bisa berbeda-beda, mulai dari meminta putus, mencelakai diri sendiri, atau bahkan mencelakai orang lain. Hal ini karena adanya rasa ketakutan berlebihan jika pasangannya pergi.
Emosi tidak stabil
Emosi yang tidak stabil juga menjadi salah satu tanda seseorang mulai posesif. Terkadang bersikap sangat baik, namun seketika bisa marah dan bersikap tidak menentu.
Hal ini bisa saja terjadi karena rasa kebingungan untuk meluapkan perasaan takut kehilangan. Bahkan, ia juga kerap menjadikan hal ini sebagai pembenaran atas sikap yang terkesan negatif pada dirinya. (fyi/ian)






