Gresik (beritajatim.com) – Pandemi covid-19 yang sudah berjalan dua tahun meluluh-lantakan semua sektor, termasuk ekonomi. Seiring berjalan waktu dan kasusnya terus melandai, keberadaan pengusaha muda asal Gresik yang tergabung di dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) diharapkan bisa menjadi mesin penggerak di semua aspek.
“Saya siap diganggu 1×24 jam oleh pengusaha muda Gresik asal berkarya dan bermanfaat. Apapun kesulitannya mari dicari solusinya,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) di sela-sela pelantikan BPC HIPMI Gresik periode 2021-2024, Sabtu (5/03/2022).
Bupati milenial itu mengatakan, di era seperti sekarang bisnis yang menjadi prioritas. Tidak jauh-jauh dari ponsel. Ini karena semuanya sudah bergeser ke digitalisasi.
“Peluang ini jangan sampai terlewatkan HIPMI harus masuk disitu,” katanya.
Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Gresik Dimas Setyo Wicaksono menuturkan, selama ini Kabupaten Gresik langganan mendapat penghargaan. Terakhir penghargaan dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Sebagai organisasi yang pro investasi malu, dan sadar diri apa yang sudah diperbuat.
“Kita merasa kecil ibarat sebatang lidi. Untuk itu, kami berikrar keberadaan pengusaha muda bermakna lagi untuk kedepannya,” tuturnya.
Ia menjelaskan anggota HIPMI Gresik bervariasi mulai dari pengusaha besi tua, transportasi, pengaduk kopi hingga pelaku usaha kotoran sapi. Dari semua bisnis tersebut, pengusaha muda Gresik siap nakal beride dan radikal dalam berbisnis.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Ketua HIPMI Jatim Rois Sunandar Maming menyatakan dirinya menyarankan pengusaha muda tidak hanya fokus ke bisnisnya saja. Tapi, kalau bisa masuk menjadi eksekutif maupun legislatif supaya lebih mudah dalam mengambil kebijakan.
“Sah-sah saja anggota HIPMI ikut berpolitik. Sebab kalau tidak ikut, tidak bisa mengambil kebijakan,” ungkapnya.
Dirinya juga berharap anggota HIPMI Gresik yang sudah dilantik lebih banyak mendorong produk UMKM. Pasalnya, sesuai regulasi dari pemerintah produk UMKM yang dimasukkan ke perusahaan BUMN wajib dibeli, dan ini merupakan peluang bagi pengusaha daerah. [dny/but]






