Surabaya (beritajatim.com) – Novel merupakan karya sastra yang bisa memantik seseorang untuk menuai gagasan. Novel ditulis oleh pengarang kadang memiliki tujuan, atau bahkan hal tertentu di dalamnya.
Salah satu hal yang membuat banyak orang bertanya-bertanya yaitu kontroversi. Di antara sekian banyak novel Indonesia, berikut ini novel yang kontroversi.
Saman, karya Ayu Utami
Hadirnya novel Saman sempat menghebohkan dunia sastra Indonesia. Novel ini mengundang kontroversi akibat mengangkat hal yang masih cukup tabu untuk dibahas, yaitu persoalan seks. Pembahasan cerita yang begitu ‘vulgar’ juga menuai banyak kritik tajam yang ditujukan pada Ayu Utami, penulis novel Saman.
Bumi Manusia, karya Pramoedya Ananta Toer
Novel ini adalah buku pertama dari tetralogi novel karya Pram yang mengangkat perjuangan rakyat Indonesia di masa kolonialisme.
Namun, sejak diterbitkan, novel ini mendapat banyak pertentangan hingga dilarang terbit karena ceritanya dianggap punya kandungan ajaran Marxisme, Leninisme dan menyebarkan pesan-pesan komunisme.
Atheis karya Achdiat Mihardja
Di tengah masyarakat tanah air yang sensitif terhadap isu agama, Achdiat Mihardja justru berani mengangkat topik agama dalam buku pertama.
Melalui tulisan ini, dia menggambarkan kegelisahan seorang manusia dalam mencari Tuhan. Saat terbit di tahun 1949, novel ini ternyata menimbulkan kontroversi yang cukup menggemparkan.
Belenggu karya Armijn Pane
Novel ini menceritakan tentang kisah cinta segitiga yang memancing adanya belenggu di antara ketiga tokoh yang terlibat. Pada saat terbit, novel ini dituding mengangkat hal tabu seperti perselingkuhan dan prostitusi yang bertentangan dengan moral umum.
Tenggelamnya kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka
Tenggelamnya kapal Van Der Wijck adalah salah satu karya terlaris Hamka sejak diterbitkan pada tahun 1938 dengan mengangkat latar budaya Minang.
Novel ini pernah menuai kontroversi karena dituding menjiplak novel asing yang berjudul Under The Limes karya Jean-Baptiste Alphonse Karr. Namun kendati demikian novel ini cukup ramai penggemar hingga dialihwahanakan jadi film.
Itulah serangkaian film yang menuai kontroversi. Namun terlepas dari kontroversinya, karya-karya itu punya isi yang begitu epik dan memukau. (dan/ian)






