Surabaya (beritajatim.com) – Setelah minyak goreng, kini giliran makanan sejuta umat, tahu tempe terancam langka. Belakangan ini harga kedelai terus mengalami lonjakan, hal ini berakibat pada kelangsungan produksi tahu serta tempe terancam langka di pasaran.
Kedelai untuk bahan baku tahu dan tempe semakin langka. Diketahui, Indonesia selama ini bergantung pada kedelai impor. Kelangkaan di pasar internasional berimbas pada harga kedelai yang juga merangkak naik.
Harga kedelai yang semula Rp. 8.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp 11.000 per kilogram. Faktor lain yang jadi penyebab kelangkaan ini akibat kebutuhan kedelai sebagai bahan baku utama untuk produksi tahu dan tempe di dalam negeri dipenuhi oleh kedelai impor.
Berikut ini 3 fakta beberapa faktor yang jadi penyebab tahu tempe terancam langka.
Masih bergantung pada kedelai impor
Minimnya kontribusi dari kedelai lokal jadi penyebabnya. Kontribusi kedelai lokal yang hanya mencapai 500 ribu hingga 750 ribu ton per tahun belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri per tahun. Kebutuhan kedelai dalam negeri diketahui mencapai 3 juta ton per tahun.
Fenomena La Nina
Kawasan negara-negara importir di Amerika Selatan saat ini tengah dilanda fenomena La Nina yang berdampak bagi sektor pertanian, termasuk komoditas kedelai. Pada akhirnya, Indonesia pun mengalami kesulitan guna memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri.
El Nina sendiri adalah keadaan alam yang menyebabkan suhu muka laut di Samudera Pasifik jadi turun. Kondisi ini berdampak bagi sektor pertanian, salah satunya yaitu kedelai.
Kebijakan dari pemerintah China soal pakan ternak
Pemerintah China mengeluarkan kebijakan baru mengenai pakan ternak babi. Sebelumnya, tidak ada aturan konkrit soal pakan tersebut.
Hal ini membuat kebijakan terbaru ini membuat para peternak di China harus menggunakan kedelai sebagai pakan ternaknya sehingga membuat China memborong banyak kedelai di pasar internasional.
Namun restrukturisasi yang dilakukan pemerintah China jadi penyebab dari pakan ternak mesti memakai kedelai sebagai pakan ternaknya.
Hal ini lantas jadi pendorong China untuk meningkatkan pembelian kedelai di pasar internasional. Oleh sebab itu, komoditas yang dibeli China sebagian besar berasal dari pasokan guna musim panen pada musim ini.
Penyebab itulah yang pada akhirnya membuat tahu tempe bisa jadi akan sangat langka beberapa bulan kedepan. (dan/ian)






