Malang(beritajatim.com) – Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Rabu, (23/2/2022). Kekalahan di Derby Jatim ini sekaligus memutus rekor 23 tak terkalahkan Singo Edan di Liga 1.
Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida menganggap rekor tak terkalahkan hanyalah statistik yang kapan pun bisa terhenti. Tetapi lebih penting dari itu adalah tim harus melakukan evaluasi untuk menatap laga berikutnya.
“Pemain sudah berjuang untuk mencari kemenangan. Bagaimanapun cepat atau lambat kami juga akan mengalami kekalahan. Jadi sekarang kami fokus untuk laga berikutnya agar bisa kembali dapat tiga poin,” ujar Eduardo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-fc”]
Pelatih asal Portugal ini menilai kedua tim sama-sama bermain baik. Arema dan Persebaya bermain terbuka sejak awal laga untuk berusaha meraih kemenangan. Hanya saja keberuntungan berpihak pada Persebaya.
“Saya kira ini laga yang bagus dan terbuka. Dua tim saling menyerang untuk mencari kemenangan. Kami berusaha untuk memenangkan pertandingan begitu juga mereka. Tetapi mereka bisa mencetak gol dan kami tidak,” kata Eduardo.
Selain itu, Eduardo menganggap kekalahan ini bukanlah akhir dari perburuan gelar Juara Liga 1. Masih ada 7 laga yang bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan dengan raihan 21 poin.
“Tentu sebenarnya kami ingin menang dan memperpanjang rekor tak terkalahkan. Tetapi ini tidak terjadi. Tetapi lebih dari itu, masih ada 21 poin yang bisa didapatkan dan kami harus memaksimalkan itu,” tandas Eduardo. (luc/ted)






