Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu kunci performa dari Mo Salah dan Sadio Mane (dan juga banyak atlet lain) yaitu menghindari alkohol. Mo Salah dan Mane merupakan pemain muslim yang menghindari alkohol. Berkat hal itu, Mane dan Salah pun mendapat pujian dari sang pelatih, Jurgen Klopp.
Jurgen Klopp dalam wawancaranya usai pertandingan setelah kedatangan kembali Mo Salah dan Sadio Mane dari piala Afrika 2020, berkata jika dia adalah orang yang beruntung karena kedua pemainnya tidak mengkonsumsi Alkohol sehingga membuat mereka lebih cepat bisa tampil kembali untuk membela Liverpool di Liga Inggris.
“Mereka tidak minum (alkohol), jadi mereka fit setelah pertandingan. Keduanya punya kekuatan alami, dan semoga mereka tetap seperti itu selamanya,” terang Jurgen Klopp dilansir dari media resmi klub, liverpool.com.
Kedua pemain itu juga konsisten untuk tidak minum alkohol saat mereka berkarir. Sebagaimana kejadian pada beberapa tahun lalu saat The Reds meraih gelar juara liga Inggris. Satu hal unik yang dilakukan oleh klub yaitu dengan menghargai kedua pemainnya tersebut melalui perayaan dengan Champagne non-alkohol.
“Champagne-nya tak mengandung alkohol saat pengangkatan trofi karena Mohamed Salah dan Mane. Di kamar ganti, tak ada pula Champagne,” terang sang kapten, Jordan Henderson.
Alkohol sejatinya tidak baik dikonsumsi oleh seorang atlet, apalagi pemain sepak bola. Hal ini karena alkohol membuat semua usaha dalam mengembangkan kondisi fisik menjadi sia-sia. Karena pemain sepak bola butuh waktu cepat agar tubuhnya bisa kembali bermain dengan baik.
Selain itu, alkohol akan mengurangi energi yang dapat diproduksi tubuh. Alkohol juga buruk jika dikonsumsi sebelum berolahraga.
Alkohol yang dikonsumsi akan masuk ke setiap sel tubuh dan merusak kesetimbangan cairan di dalam sel. Sehingga bisa menyebabkan produksi energi yang menjadi kebutuhan otot dalam beraktifitas juga menjadi berkurang.
Alkohol juga merusak siklus tidur. Tidur menjadi bagian yang tidak kalah penting bagi keseharian seorang atlet. Tidur yang baik akan dapat menghasilkan performa yang baik pula di esok harinya. Konsumsi alkohol pada 6 jam sebelum tidur, akan merusak siklus tidur seseorang.
Hal yang paling buruk yaitu alkohol berpengaruh pada sikap pemain sepakbola di luar lapangan. Membuat karir pemain sepak bola yang tadinya sudah mapan menjadi berantakan.
Sudah banyak contoh karir pemain yang harus anjlok atau gak bisa mencapai tingkat maksimal dari kemampuannya karena ia menjadi ketagihan alkohol. Mulai dari Paul Gascoigne, George Best, Tony Adams, Ladislao Kubala, Adriano, juga Diego Maradona. (dan/ian)






