Banyuwangi (beritajatim.com) – Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap motif di balik penusukan Kiai Affandi Mussafa pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Tembakur, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Akibat kejadian itu, korban yang juga ketua MUI Kecamatan Pesanggaran tersebut mengalami luka serius di bagian pipi dan perut.
Kabag Humas Polresta Banyuwangi Iptu Lita Kurniawan menyebut, pihaknya berhasil mengetahui alasan pelaku SDM nekat melakukan penusukan. Menurutnya, aksi itu dilakukan lantaran dilatarbelakangi sakit hati.
“Karena pelaku pernah ditegur oleh Kiai Affandi Mussafa yang kerap main di lingkungan pondok putri,” ungkap Lita Kurniawan, Sabtu (19/2/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”santri-aniaya-kiai”]
Atas dasar itulah, kata Lita, pelaku nekat melakukan aksi kekerasan hingga mengarah ke percobaan pembunuhan. “Saat ini pelaku sudah di Mapolresta Banyuwangi. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.
Saat berada di Mapolresta Banyuwangi, pelaku SDM hanya bisa tertunduk lesu memakai rompi tahanan dengan tangan diborgol. Selanjutnya, pelaku akan menjalani serangkaian pemeriksaan dan mendekam di jeruji besi Polresta Banyuwangi. [rin/but]






