Tuban (beritajatim.com) – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tuban nekat berangkat untuk ikut antre membeli minyak goreng yang ada di GOR Tuban, Jumat (18/2/2022). Padahal hujan turun dengan lebat.
Operasi pasar dilaksanakan oleh pihak Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Tuban bekerja sama dengan salah satu perusahaan minyak goreng. Ribuan liter minyak goreng disediakan untuk warga masyarakat Tuban.
Pantauan beritajatim.com di lapangan, ratusan warga tampak berbondong-bondong datang ke GOR Tuban untuk membeli minyak goreng. Meski kondisi hujan lebat ternyata tidak membuat gentar warga yang ingin mendapatkan minyak goreng murah itu.
Sejumlah warga mengaku, nekat datang meski kondisi cuaca hujan lebat itu lantaran saat ini mencari minyak goreng di pasaran sangat sulit. Jika memang ada itupun harganya terbilang mahal dari pada pada umumnya.
“Ngak apa-apa hujan, yang penting dapat minyak goreng. Kalau di wilayah Kecamatan Kerek itu sulit dapat minyak goreng. Kalaupun ada juga mahal,” ujar Masduki (30), salah warga asal Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang ikut menyerbu operasi pasar minyak goreng itu.
Warga mengaku jika warga minyak goreng di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Tuban masih dijual dengan rata-rata harga Rp 20 ribu per liternya. Sedangkan dalam pelaksanaan operasi pasar itu minyak goreng dijual dengan harga Rp 13.500 per liter dengan pembatasan pembelian setiap orang 2 liter.
“Kemarin saya beli di pasar itu masih Rp 20 ribu per liternya, ini harga Rp 27 ribu dapat dua liter ya Alhamdulillah. Lumayan ini bisa untuk masak dua hari,” kata Yati Ningsih, seorang ibu-ibu yang merupakan penjual nasi keliling itu asal Seleko, Kota Tuban itu.
Sementara itu, Agus Wijaya, selaku Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Tuban menjelaskan bahwa operasi pasar tersebut dilakukan karena kelangkaan dan tingginya minyak goreng. Dalam operasi pasar itu, pihak Dinas KUKMP bekerja sama dengan Indag Provinsi Jatim menyediakan 6.000 liter minyak goreng.
[berita-terkait number=”4″ tag=”minyak-goreng”]
“Operasi pasar ini kita lakukan bersama Indag Provinsi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di Kabupaten Tuban. Saat ini kita mendapatkan kuota 6.000 liter dan minggu depan juga 6.000 liter,” kata Agus Wijaya, saat berada di lokasi operasi pasar minyak goreng itu.
Selain itu, Agus Wijaya menjelaskan jika kegiataan operasi pasar minyak goreng dengan harga subsidi itu akan terus diupayakan dengan bekerja sama dengan perusahaan minyak yang ada. Sehingga bisa dilakukan hingga sampai tingkat kecamatan. [mut/but]








