Malang (beritajatim.com) – Komunitas Bonsai Sendangbiru (KBS) bersama Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Malang menggelar Kontes dan Pameran Bonsai Nasional di kawasan Pantai Sendangbiru Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Pameran Bonsai digelar mulai tanggal 6 hingga 15 Februari 2022. Bertajuk Pesona Bonsai Bumi Al Bakor, ajang terbesar tanaman ‘Sultan’ ini, digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Selama kegiatan, seluruh peserta dan pengunjung pameran wajib menggunakan masker.
Meski lingkup Kontes dan Pameran bertaraf Nasional, KBS pun membatasi jumlah peserta dan undangan. “Meski pameran bonsai ini bertaraf nasional, namun dalam kondisi PPKM saat ini, kami tidak berani mengundang para pencinta bonsai hingga luar pulau Jawa,” ungkap Budi Ismiyanto, Pendamping Komunitas Bonsai Sendangbiru, Jum’at (11/2/2022).
Kata Budi, kontes dan pameran ini baru pertama kali di gelar Komunitas Bonsai Sendangbiru (KBS). Lokasi pameran berada persis di area Tempat Pelelangan Ikan atau TPI Pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang.
Dengan mengusung tajuk Pesona Bonsai Bumi Al-Bakor, lanjut Budi, tujuan pameran dengan jumlah peserta sebanyak 500 pencinta Bonsai se Jawa Timur ini, untuk menjaga kelestarian hutan serta memperkenalkan wisata sekaligus potensi Ikan Al-Bakor di Pantai Sendangbiru yang mencapai 1000 ton per tahun.
Menurut Budi, dengan terbentuknya Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Malang, hal itu bisa menjadi icon dan semangat agar turut serta menjaga kelesatarian hutan wilayah Kabupaten Malang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pameran-bonsai”]
Yang tak kalah penting, tambah Budi, digelarnya pameran Bonsai ini, agar para penggemar tanaman Bonsai di Kabupaten Malang, mampu menampilkan Bonsai yang bagus dengan cara budidaya. Selain itu, agar masyarakat terinspirasi jika berbagai jenis kayu kerdil yang selama ini mereka anggap remeh, bisa menghasilkan karya seni dan nilai ekonomi yang sangat mahal.
“Berkat kreatifitas para seniman Bonsai saat ini, harganya bisa mencapai puluhan juta hingga milyaran rupiah. Saat ini di Indonesia baru ada satu Bonsai di Bali yang harganya milyaran rupiah. Nama Bonsai itu Pancali, dari jenis kayu sancang dengan harga tembus sekitar Rp 9 milyar,” beber Budi.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Malang, Asmoi menambahkan, dalam pameran ini pihaknya hanya memberikan hadiah berupa tropy dan piagam.
“Karena dengan piagam tersebut bisa menaikkan status tanaman Bonsai. Sebab dengan piagam itu, para pecinta Bonsai bisa leluasa untuk ikut pameran maupun kontes dimana saja,” pungkasnya. (yog/ted)






