Surabaya (beritajatim.com) – Tidur merupakan aktivitas yang terlihat sederhana namun memiliki manfaat penting khususnya untuk perkembangan anak.
Hanya saja, kadangkala ada banyak anak yang mengalami kekurangan jam tidur bahkan kurang memperoleh tidur berkualitas. Sebenarnya, apa yang menyebabkan itu terjadi dan dampaknya seperti apa?
Ketika dipahami memang ada beragam penyebab anak kurang tidur ketika di malam hari, seperti perasaan cemas atau takut ketika mereka tidur sendirian, tidur siang yang tidak dibatasi sehingga durasinya terlalu lama.
Keasyikan bermain sehingga tidak tidur siang dan bisa jadi adanya gangguan tidur seperti mimpi buruk atau tidur sambil berjalan.
Memang tidak bisa dipungkiri jika kurang tidur bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tapi sebagian anak besar kemungkinan mengalami hal itu. Hanya saja, keadaan ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena akan berdampak buruk pada kesehatan psikologi seperti
1. Kurang mampu mengatur diri sehingga Lebih Rewel
Jika anak-anak khususnya pada usia satu hingga tiga tahun menjadi rewel besar kemungkinan mereka kurang tidur.
Tandanya adalah mereka mengalami efek yang sering disebut dengan efek gunung berapi. Mereka tiba-tiba menangis begitu kencang sebagai luapan perasaan lelah fisik yang terjadi secara emosional.
2. Adanya Penurunan dengan Kemampuan Sosial
Berdasarkan pada pembelajaran di University of Colorado Boulder ditemukan jika anak yang kurang tidur besar kemungkinan mengalami penurunan kemampuan dalam berinteraksi sosial dengan orang lain.
Dampaknya kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungannya menjadi menurun, tentu saja ini membuat kemampuan belajar ikut menurun karena mengganggu interaksi anak dan orang dewasa yang ada di sekitarnya.
3. Sosioemosi berantakan bahkan Menjadi Kurang Sabar
Faktanya ketika belajar, anak sebenarnya membutuhkan kesabaran dalam menyelesaikan tugas atau permainan yang sedang ia kerjakan.
Tapi, saat fisik lelah dan konsentrasi berantakan karena kurang tidur membuatnya jadi kurang sabar. sehingga pekerjaan berantakan hingga mungkin tidak terselesaikan dengan baik.
Apalagi jika dampak anak kurang tidur yang berakibat pada orang tuanya. Kemungkinan orang tua atau pengasuh ikutan tidak sabar. (PRD/ian)






