Surabaya (beritajatim.com) – Liga-liga di Benua Eropa saat ini mulai memasuki paruh kedua di musim 2021/2022. Kinerja pemain juga para pelatih pun telah dievaluasi oleh para petinggi klub di awal tahun 2022 ini.
Akibat dari evaluasi itu, ada 5 nama pelatih yang dianggap gagal mendongkrak performa tim sehingga harus dipecat. Meskipun, mereka termasuk sederet pelatih top yang memiliki reputasi bagus.
Apa boleh buat, mereka harus segera menyingkir dari para anak asuh mereka dan kemungkinan pindah ke klub lain. Berikut daftar coach yang gagal dongkrak performa tim.
Niko Kovac
Niko Kovac telah melatih AS Monaco di awal musim 2020/2021. Kovac berhasil finish di posisi ke-3 di akhir musim. Tapi awal musim ini performa AS Monaco justru menurun dengan berada di peringkat 6 hingga awal tahun sehingga akan gagal lolos ke fase grup UCL. Hasil itu kemudian membuat Kovac dipecat pada 1 Januari 2022.
Alvaro Cervera
Pelatih berkebangsaan Spanyol itu telah melatih Cadiz sejak 2016 ketika bermain di divisi 2. Pada musim 2020/2021 Cadiz berhasil promosi ke La Liga. Sayangnya pada 11 Januari 2022 Cervera harus rela dipecat karena hasil buruk yang dialami Cadiz. Dari 20 pertandingan, Cadiz hanya menuai 2 kali memang dan 8 kali imbang.
Andriy Shevchenko
Shevchenko memulai debut sebagai manajer bersama klub Genoa pada 7 November 2021. Namun dirinya harus dipecat pada 15 Januari 2022 setelah melatih 9 pertandingan di Serie hanya meraih 3 kali imbang dan sisanya berakhir dengan 6 kali kalah.
Rafael Benitez
Benitez merupakan mantan pelatih Liverpool yang dikontrak Everton selama tiga tahun guna menggantikan Carlo Ancelotti di awal musim 2021/2022. Usai menjalani 22 pertandingan, ia dipecat pada 16 Januari 2022 karena hanya mampu meraih 7 kemenangan dan 5 hasil imbang.
Claudio Ranieri
Pelatih yang berasal dari Italia ini pernah berjaya saya menangani Leicester City. Ranieri lalu dikontrak Watford selama dua tahun untuk menggantikan Xisco yang dipecat pada 3 Oktober 2021.
Nyatanya Ranieri hanya bertahan hingga 24 Januari 2022 karena hanya meraih 2 kemenangan dan 1 imbang dari total 14 laga yang dijalani.
Pelatih memang berperan sentral dalam meningkatkan performa tim. Lima pelatih itu dianggap gagal mendongkrak performa tim sehingga harus dipecat pada awal tahun 2022. (dan/ian)






