Surabaya (beritajatim.com) – Perayaan Tahun Baru China tak lengkap rasanya jika tidak melakukan ritual dengan menu makanan Yusheng, makanan sejenis salad tapi mengandung banyak makna di dalamnya.
Seiring berkembangkan inovasi kuliner, salah satu Hotel di kawasan Basuki Rachmad yakni Crown Prince mengkombinasi menu khas Tionghoa dengan campuran resep melayu di menu Yushangnya.
Jefri Ali, Chef depart Crown Prince hotel mengatakan jika biasanya salad yusheng ini menggunakan saus madu. kini ia mengubah konsep ini dengan sentuhan saus plum, wijen dan taburan biji-bijian diatas sayurnya.
Bahkan yang menarik, campuran sayurannya pun sedikit berbeda. ia sengaja mengkombain bengkoang, wortel, tijun, paprika, kubis ungu, selasa keriting, dan ubr-ubur yang diacak dengan saus plum, biji-bijian dan taburan wijen.
“Jadi memang ada perubahan culture, saya bikin menu yushang ini campuran antara China dan bangsa melayu. Jadi sayuran dan sausnya itu dikombain makanya saya pakai saus plum, biji-bijian dan wijen itu yang menjadi pembeda,”ungkap Jefri Aji kepada beritajatim.com, Senin (31/1/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”imlek-2022”]
Bukan hanya yushang saja, Crown Prince juga menyajikan menu cap gomeh di perayaan malam imlek. Perpaduan antara lontong dan kuah santan dan opor ayam yang dibalur dengan udang dan telur menjadi sajian yang patut untuk di coba dan di santap.
Untuk harga tak perlu khawatir, dengan harga 150 ribu rupiah anda dirumah bisa menikmati dinner perayaan imlek dengan 26 menu sajian khas malam tahun baru China.

Yee sang atau yusheng adalah hidangan khusus untuk Tahun Baru Imlek. Makanan ini dihidangkan sebagai makanan pembuka,
Saus dihidangkan terpisah dan dicampur sendiri dengan sumpit oleh orang yang memakannya. Menurut tradisi, ketika diaduk dengan saus, ikan dan sayuran harus diangkat tinggi-tinggi di atas piring. Semakin tinggi yee sang terangkat, maka semakin baik pula peruntungan pada tahun yang baru. Yee sang diaduk bersama-sama oleh orang yang duduk satu meja sambil saling mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Tradisi mengaduk yee sang dan mengangkatnya tinggi-tinggi disebut lo hei . [way/ted]






