Surabaya (beritajatim.com) – Kasus dugaan penipuan arisan online yang merugikan warga Surabaya hingga ratusan juta telah ditangani Unit Harda Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana. Dari keterangan Mirzal, polisi telah menerima laporan dari beberapa korban dan saat ini didalami unit Harda.
“Iya betul Mas saat ini ditangani oleh Unit Harda Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. Mengenai jumlah korban, sementara masih didalami penyidik. Nanti perkembangan akan kami infokan,” katanya kepada awak media, Jumat (28/1/2022).
Salah satu korban, Fajar Amrullah, asal Jl Lakarsantri yang jadi korban mengatakan, sejumlah uang milik member arisan online itu dibawa kabur oleh admin Fatimatul Ulah. Sebab, pada Senin (24/1/2022) siang sempat mengunjungi rumah si admin, namun si admin itu tak ada di lokasi.
“Waktu itu juga si Ninda sama satu member ke rumah Ula. Pas sampek, itu saudaranya sama tetangganya bilang kalo si Ula itu bawa koper subuh-subuh dan pergi. Gak tau kemana? Ada yang bilang ke Semarang,” jelasnya.
Fajar menambahkan, pada September 2021 ia mengikuti investasi arisan online. Dirinya berinvestasi sebesar Rp 6 juta untuk dua slot dan tak ada kendala.
“Aku ikut arisan itu sejak September, aku waktu itu ikut yang Rp 3 juta untuk 2 slot. Cairnya 4 juta per satu slot pada bulan depannya, Oktober,” kata dia kepada, Kamis (27/1/2022).
Fajar akhirnya mengikuti investasi arisan online jenis duos itu, dengan nominal Rp 5 juta satu slot dan Rp 20 juta untuk dua slot. Dia merasa ditipu, lantaran 1 slot yang masing-masingnya Rp 10 juta, itu tidak cair pada 19 Januari kemarin.
“Uangku masuk di duos, aku terakhir masuk itu Rp 25 juta. slot Rp 5 juta dan dua slot Rp 10 jutaan. Yang Rp 10 juta ini dapatnya 14 juta dan seharusnya cair 19 Januari kemarin. Merasa ditipu karena gak cair dan uangnya itu hilang,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arisan-online”]
Sementara Dela Niera (23) Jl Pucang Asri menjelaskan, dia ikut investasi arisan online jenis duos sebanyak 6 slot dengan masing-masing Rp 50 juta untuk per satu slotnya.
“Jadi yang gak cair satu kali ini saja. Saya ikut Rp 300 juta, itu dibagi 50 jutaan untuk 6 slot. Aku udah nerima untung sekitar tujuh kali selama ikut awal di September, saya rugi secara tabungan itu Rp 100-150 juta, karena masih ada deposit disitu,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan Beritajatim,Modus penipuan arisan online masih menjadi salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Seperti yang dialami Dela Niera (23) warga Jl Pucang Asri yang jadi korban penipuan dan merugi hingga ratusan juta setelah mengikuti investasi arisan online di akun @arisan9tull_, yang diikutinya sejak September 2021 lalu.
Dela mengaku rugi Rp 100 juta akibat mengikuti arisan yang memiliki 250 member tersebut. Sedangkan, dari keterangannya, investasi arisan paling tertinggi ada yang mencapai Rp 1,4 milyar.
“Kalo saya mengalami kerugian itu Rp 250-300 juta. Tapi sebenarnya kalo rugi secara tabungan ya Rp 100 juta. Member yang ikut 250 orang, hampir semuanya kena tipu dan disini ada yang masukkan uang investasi sampai Rp 1,4 milyar, itu tertingginya,” terangnya, Rabu (26/1/2022).(ang/ted)






