Sampang (beritajatim.com) – Puncak musim hujan di wilayah Kabupaten Sampang, diprakirakan berlangsung pada akhir Januari hingga awal Februari 2022. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau kepada warga untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Plh Kepala BPBD Sampang, Asroni menyampaikan puncak musim hujan adalah periode terjadi akumulasi curah hujan tertinggi selama tiga dasarian berturut-turut. Asroni mengungkap bahwa musim penghujan ini bencana kerap terjadi utmanya angin puting beliung, pohon tumbang dan banjir. “Luapan sungai Kemuning masih berpotensi terjadi saat puncak musim penghujan,” terangnya, Selasa (25/1/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”sampang”]
Asroni mengakui, tim BPBD selalu siap siaga jika terjadi bencana. Sehingga. “Harapanya peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi jika terjadi bencana alam,” tandasnya.
Sekedar diketahui, hidrometeorologi adalah bencana alam dari berbagai parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin.[sar/kun]






