Bojonegoro (beritajatim.com) – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro mulai mengalami peningkatan seiring musim penghujan. Kasusnya mulai mewabah sejak Oktober 2021. Hingga 18 Januari 2022 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mencatat sudah ada 112 pasien demam berdarah dan meninggal dunia dua pasien yang masih anak-anak.
Sesuai dengan data Dinkes Kabupaten Bojonegoro, kenaikan kasus demam berdarah dengue mulai terjadi pada Bulan Oktober 2021 dengan jumlah kasus sebanyak 22 kasus, meningkat di bulan November sebanyak 83 kasus dan Desember 262 kasus. Selama kurun waktu satu tahun di 2021, jumlah total pasien demam berdarah dengue sebanyak 392 kasus.
“Dari jumlah tersebut dilaporkan meninggal dunia lima pasien pada Mei 2021, satu orang dan Desember empat orang,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dr Whenny Dyah Prajanti, Selasa (18/1/2022).
Sementara jumlah kasus demam berdarah dengue di bulan Januari hingga tanggal 18 ini sudah tercatat sebanyak 112 kasus dengan pasien meninggal dunia sebanyak dua orang. Dua pasien yang meninggal dunia tersebut masing anak-anak usia delapan tahun dan sembilan tahun yang berasal dari Kecamatan Trucuk dan Kecamatan Kedungadem.
Dinas Kesehatan melalui puskesmas yang ada di kecamatan melakukan fogging di daerah yang sudah ada warganya yang terjangkit demam berdarah dengue untuk menekan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. “Selain itu, upaya untuk menekan penyebaran DBD juga melakukan sosialisasi di media, penyuluhan keliling, membuat surat edaran di seluruh camat untuk melakukan PSN serentak rutin satu minggu sekali, abatisasi selektif, dan fogging fokus daerah terindikasi,” pungkasnya. [lus/ted]






