Jember (beritajatim.com) – Konsep wisata alam dan petualangan akan menjadi tren paling diminati oleh wisatawan dari berbagai kalangan usia. Kabupaten Jember, Jawa Timur, punya potensi besar untuk memanfaatkan tren tersebut.
Jember memiliki 226 desa. “Program desa wisata perlu ditumbuhkan sebagai pariwisata alternatif dan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan masyarakat,” kata David Susilo, dosen praktisi Program Studi Usaha Perjalanan Wisata Universitas Jember, Kamis (13/1/2022).
Menurut David, pengembangan wisata pedesaan juga akan mendorong pelestarian alam mulai dari bentang alam pegunungan, persawahan, sungai, pesisir pantai yang akan berdampak mereduksi pemanasan global.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wisata”]
Tren wisata pada 2022 lebih mementingkan prinsip ‘Clean, Healthy, Safety and Environment Sustainability (CHSE). “Pandemi memang membuat tren wisata mengalami perubahan yang cukup drastis. Jika sebelumnya wisata lebih diminati karena viral dan ramai dikunjungi orang, kini berdasarkan survei nasional yang dilakukan oleh Adventure Outlook 2022 dari Indonesia Trip News, kesadaran terhadap prinsip CHSE dalam perjalanan wisata sangat diutamakan,” kata David.
Sebanyak 72,7 persen responden menganggap pentingnya penerapan bukti vaksin dan disiplin protokol kesehatan di tempat wisata. “Aspek pemulihan pariwisata dari pandemi harus mengupayakan penerapan sustainable tourism sebagai sustainable recovery dan percepatan kesiapan destinasi prioritas di Kabupaten Jember yang sudah terpetakan di slogan ‘Jember Permata Jawa’,” kata David.
David mengatakan, tren remote working juga membentuk tren wisata 2022 yang mengadaptasi wisata staycation yang tren pada 2021. “Bagaimana pun pandemi telah mengubah sistem kerja, salah satunya remote working alias kerja jarak jauh. Hal ini membuat masyarakat tidak memiliki batasan untuk pergi wisata asalkan masih bisa sambil bekerja. Berdasarkan Riset Prediksi Travel 2022 yang dilakukan Partner Booking.com, setidaknya ada 69 persen dari 24.000 responden di 31 negara berencana kerja sambil wisata,” katanya. [wir/kun]






