Lamongan (beritajatim.com) – Selama setahun terakhir, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lamongan tercatat ada 136 kasus. Jumlah kasus tertinggi, terdapat pada bulan November lalu yakni 47 kasus.
Merujuk data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, laporan kasus DBD pada Januari 2021 ada 16 kasus, Februari 7 kasus, Maret 5 kasus, April 9 kasus, Mei 6 kasus.
Lalu Juni 7 kasus, Agustus dan September masing-masing 4 kasus, Oktober 9 kasus, November 47 kasus, serta Desembeber 22 kasus. Sedangkan di bulan Juli 2021, tak ada laporan penyakit DBD.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, dr Taufik Hidayat mengungkapkan, bahwa meski selama kurun waktu setahun terakhir ada 136 kasus, namun tak ada penderita DBD yang dilaporkan mengalami kematian.
“Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kasus DBD di Lamongan selama tahun 2021 ini terbilang rendah,” ujar dr Taufik saat dikonfirmasi wartawan, Senin (10/1/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”demam-berdarah”]
Ditambahkan Taufik, mayoritas penderita DBD ini berusia 1 tahun hingga 20 tahun. Di awal bulan Januari 2022 saja, imbuh Taufik, telah ada 14 penderita DBD yang tersebar di 10 Kecamatan di Lamongan.
“Kecamatan Sambeng ada 4 kasus, Lamongan ada 2 kasus. Lalu Turi, Babat, Modo, Brondong, Deket, Kembangbahu, Ngimbang, dan Sugio masing-masing ada 1 kasus. Dari total 14 kasus ini, 10 penderita berusia 1-14 tahun, 2 penderita berusia 14-44 tahun, serta 2 penderita lagi berusia >44 tahun,” terangnya.
Dengan kondisi ini, Taufik mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan pola 3 M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas.
Menurutnya, pola 3M mesti diterapkan guna mencegah munculnya jentik nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue, penyebab penyakit demam berdarah.
“Upaya menekan kasus DBD harus dilakukan sedini mungkin, salah satunya lewat pengasapan atau fooging di areal yang dilaporkan adanya kasus DBD. Apalagi musim penghujan seperti sekarang, sering terjadi kasus DBD,” pungkasnya.[riq/kun]






