Bangkalan (beritajatim.com) – Sebanyak 22 unit kios yang berada di halaman Stadion Kerapan Sapi R.P Moh Noer (SKEP) Kabupaten Bangkalan, mangkrak. Padahal, bangunan itu telah rampung sejak dua tahun lalu dan sudah menghabiskan dana Rp 1,6 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Moh Hasan Faisol menyebutkan, belum adanya penyewa kios disebabkan adanya pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Sehingga, banyak calon penyewa takut tidak balik modal karena adanya pembatasan kegiatan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bangkalan”]
“Karena Covid-19 jadi banyak penyewa ragu. Kegiatan pun juga selama Pandemi dibatasi sehingga perputaran ekonomj masih lemah,” terangnya, Minggu (9/1/2022).
Meski begitu, ia mengaku akan segera membuat kegiatan di tempat tersebut untuk menarik peminat. Sehingga calon penyewa dapat tertarik untuk berjualan di lokasi itu.
“Dalam waktu dekat kami akan launching dan membuat beberapa kegiatan agar banyak pengunjung. Dengan begitu, calon penyewa tidak ragu lagi untuk berjualan,” tambahnya.
Menurutnya di stadion kerapa sapi R.P Moh Noer hanya ramai saat ada event digelar. Berbeda dengan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) yang selalu ramai meski tak ada event. Selain itu, SKEP berada di kelurahan Bancaran. Berbeda dengan SGB yang lokasinya strategis berada di pusat kota.
Sementara menurut Ramadhan, salah satu warga setempat mengatakan selama ini halaman SKEP hanya sering digunakan untuk tempat istirahat supir truk. Tak jarang beberapa pasangan muda mudi juga terlihat duduk diemperan kios.
“Jadi disini memang sepi, paling kalau sore cuma orang nongkrong pacaran. Yang sering malah supir truk makanya banyak berjejer truk parkir,” tukasnya.[sar/kun]






